Monday, 9 July 2012
Hidup Kita di Dalam Kuasa-Nya
Terpujilah Tuhan. Kalimat tersebut memberitahukan kepada kita, bahwa apapun yang terjadi di dalam hidup ini, semuanya ada di dalam kuasa Tuhan. Amin?
Demikian juga dengan perkara yang baik ataupun perkara yang tidak baik. Perkara yang menyenangkan ataupun perkara yang tidak menyenangkan. Semuanya ada di dalam kuasa-Nya.
Kalau begitu, apalagi yang perlu ditakutkan? Karena seluruh hidup kita ada di dalam kuasa-Nya? Biarkanlah yang jadi hanya kehendak Tuhan. Karena saya percaya, apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita, itulah yang terbaik. Amin?
Dan di dalam kehendak-Nya, segala perkara yang tidak baik dan tidak menyenangkan bagi kita, pasti dapat diubah-Nya menjadi perkara yang penting dan berharga bagi hidup kita.
Terpujilah Engkau Tuhan. Amin!
Saturday, 10 March 2012
Hari gini, jadi orang Bijaksana? Hm… Mungkin gak ya?

Pernahkah pertanyaan tersebut ada di dalam pikiranmu? Atau pernahkah pertanyaan itu diajukan orang lain kepadamu? Hm… jika pertanyaan tersebut diajukan kepadamu saat ini, kira-kira apakah yang akan menjadi jawabanmu? Dan mungkin gak sih bagi kamu, pada situasi yang sekarang ini bisa jadi orang bijaksana?
Coba kita tenangkan pikiran kita dari pertanyaan di atas. Coba kita mengingat tentang perbendaharaan kita akan nama-nama orang yang dikenal karena pikiran-pikiran yang bijaksana, yang pernah mereka lontarkan kepada masyarakat dunia. Dapatkan kamu sebutkan nama-nama mereka? Margaret Deland, Eleanor Roosevelt, Anatole France, John F. Kennedy, Man Ray. Mungkin masih ada banyak nama-nama lain yang kamu ingat bukan? Nah sekarang, coba kamu sebutkan nama orang-orang di sekitarmu yang dikenal bijaksana. Adakah?
Bagaimana dengan dirimu sendiri? Apakah kamu dikenal sebagai seorang bijaksana oleh teman-temanmu? Bagaimana dengan beberapa teman yang seusia denganmu-terutama yang kristen, apakah mereka juga dikenal sebagai orang yang bijaksana? Pernahkan terpikirkan olehmu, kalau satu saat nanti kamu akan dikenal sebagai orang yang bijaksana?
Bagaimana dengan buku-buku di sekolah atau di kampus yang menjadi buku pegangan dalam pelaksanaan belajar? Apakah sudah menolongmu menjadi bijaksana? Bagaimana dengan buku-buku lain yang pernah kamu baca, apakah sudah memberi sumbangsih untukmu menjadi bijaksana? Bagaimana dengan semua situasi yang telah dan yang sedang kamu alami? Apakah juga memberi sumbangsih untuk menjadikanmu bijaksana? Adakah pengajaran yang bisa menolong kita untuk menjadi bijaksana?
Bagaimana dengan Alkitab, firman Tuhan, apakah dapat menolong kita untuk menjadi orang yang bijaksana pada masa kini? Pertanyaan ini perlu dipertanyakan.
Pasa masa sekarang ini, banyak orang sudah tidak tertarik lagi dengan apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang kehidupan. Singkat kata, Alkitab itu bukanlah buku yang tepat untuk dijadikan fondasi, sumber kekuatan serta sumber kebenaran. Apalagi jika dibandingkan dengan banyaknya buku-buku yang beredar di gramedia, gunung agung ataupun di berbagai toko buku. Semuanya selalu memberikan informasi terkini dan solusi terkini. Bagaimana dengan Alkitab? Tiap tahun dicetak, kita tidak akan menemukan hal-hal baru di dalamnya. Semua ceritanya tetap sama. Mengapa demikian? Dan bagaimana dengan kamu sendiri, apakah pendapatmu tentang Alkitab? Apakah Alkitab (firman Tuhan) masih berguna untuk menghadapi situasi pada masa kini?
Pada saat khotbah di bukit, Tuhan Yesus berkata; “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh, sebab didirikan di atas batu.” Apakah maksud dari perkataan Tuhan Yesus tersebut?
Tuhan Yesus ingin memberitahukan kepada kita, bahwa dalam hidup ini kita perlu arahan, kita perlu tuntunan yang bukan hanya dapat menolong kita untuk lepas dari masalah, tetapi lebih daripada itu, dapat membawa kita kepada kebenaran Tuhan. Dan Tuhan Yesus ingin memberitahukan kepada kita bahwa perkataannya dapat dijadikan tuntunan atau pegangan dalam menjalani hidup ini. Mengapa demikian? Karena firman-Nya adalah kebenaran. Supaya kita dapat memahami pengajaran-Nya, Tuhan Yesus mengibaratkan firman-Nya seperti batu yang kokoh, yang dapat dijadikan sebagai fondasi dalam membangun rumah. Dan setiap orang yang melakukan firman-Nya diibaratkan seperti orang-orang yang membangun rumah di atas batu tersebut. Dan orang-orang yang demikian disebut oleh Tuhan Yesus sebagai orang-orang yang bijaksana. Kita telah mendengar firman Tuhan Yesus tersebut, berarti sudah seharusnyalah setiap orang kristen, termasuk kita menjadi orang yang bijaksana.
Mari kita perhatikan lebih dalam lagi setiap pengajaran Tuhan Yesus. Mengapa Dia mengatakan; “Berbahagialah setiap orang yang miskin di hadapan Allah, karena mereka yang empunya kerajaan sorga.” Tuhan Yesus ingin memberitahukan kepada setiap pendengar, bahwa dirinya dicipta bukan untuk hidup selamanya di dunia, tetapi di sorga. Dan untuk bisa masuk ke dalam sorga, orang itu harus punya kerinduan untuk terus mencari dan merasakan indahnya tinggal di dalam hadirat Tuhan.
Terkadang kesibukan kita acapkali membuat kita menjadikan kebaktian, ibadah menjadi salah satu kegiatan pilihan. Dan jika tidak ada waktu untuk itu, kita merasa itu hal yang biasa. Dan seandainya pun kita datang ke gereja, kita mengikuti kebaktian, tetapi tanpa adanya kerinduan. Tanpa adanya rasa haus mencari Tuhan lewat nyanyian dan firman-Nya. Bagaimana dengan kamu? Pernahkan kamu mengalami hal tersebut?
Kalau pernah, berarti Iblis telah berhasil menipumu. Iblis telah berhasil mencuri perhatianmu melalui banyaknya kesibukan yang menjeratmu. Bertobatlah.
Teman-teman, ingatlah selalu perkataan Tuhan Yesus; “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh, sebab didirikan di atas batu” Kita sangat memerlukan firman-Nya untuk bisa lepas dari belenggu Iblis. Di mana pun dan kapan pun jangan ragukan firman Tuhan. Satu-satunya pengajaran yang bisa menolong kita lepas dari jerat Iblis dalam hidup ini adalah firman Tuhan. Ijinkanlah perkataan Tuhan Yesus diam dan berkuasa di dalam hidupmu.
Berarti, menjadi bijaksana adalah hal yang mungkin dalam hidup kita, asalkan kita mau belajar mendengar firman serta melakukannnya. Jika demikian, sangat beralasanlah setiap kali hamba Tuhan akan berkhotbah, begitu selesai membaca firman Tuhan, selalu disambut dengan kalimat: “Berbahagialah setiap orang yang membaca, mendengar, merenungkan dan melakukan firman Tuhan dalam hidupnya”.
Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus pada khotbah di bukit, saya ingin bertanya kepadamu. Dapatkan engkau menjadi orang kristen yang bijaksana? Dengan cara apakah engkau dapat menjadi orang bijaksana? Dengarlah dan lakukanlah firman-Nya.
Tuesday, 24 January 2012
Di manakah Kesalahannya?
Wednesday, 27 October 2010
Berani Mengampuni

Nas Alkitab: Kejadian 45:1-15; 50:15-21
Shalom Suadara-saudara terkasih di dalam Yesus Kristus.
Hari ini kita akan belajar tentang "MENGAMPUNI"
Mengampuni adalah satu keputusan sulit atau mungkin tersulit untuk hidup ini. Hal ini disebabkan karena, mengampuni adalah pekerjaan yang bertentangan dengan keinginan daging manusia yang berdosa.
Pada umumnya manusia berdosa berharap: ada hukuman setimpal yang harus dijatuhkan kepada pihak yang telah merugikan.
Kita liat contoh di negara kita ini: Seorang nenek harus masuk ke penjara hanya karena mencuri beberapa buat Kakao/Coklat. Kemudian seorang bapak harus masuk ke dalam Penjara hanya karena mengambil sebuah markisa. Kemudian ada lagi yang harus masuk penjara hanya karena mencuri beberapa buah jagung. Ini membuktikan kepada kita, pengampunan bukanlah hal yang gampang untuk diberikan.
Bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen dalam menyikapi hal ini? Kita dipanggil oleh Tuhan untuk berbeda dengan orang-orang lain, karena itu kita HARUS berbeda! Kita telah diselamatkan oleh-Nya dan kita juga telah diberikan kemampuan oleh-Nya untuk belajar mengasihi, termasuk juga di dalamnya: MENGAMPUNI.
Pertanyaannya adalah: Jika demikian Allah telah memberikan kemampuan kepada kita untuk mengasihi dan mengampuni, mengapa masih banyak orang sulit untuk mengampuni?
Saudara, mari kita pelajari apa yang telah diteladankan Yusuf kepada kita, khususnya tentang pengampunan.
Yusuf adalah orang muda yang sangat dikasihi oleh ayahnya. Tetapi sayangnya, semua saudara-saudara tidak mengasihinya. Mereka semua tidak mau memberi hati untuk Yusuf adiknya. Hal inilah yang memotivasi mereka sampai berani melakukan hal yang jahat di mata Tuhan, yaitu menjual Yusuf kepada Saudagar dari Midian.
Ternyata pergumulan Yusuf bukan hanya sampai di sana. Orang Midian tersebut menjual Yusuf lagi kepada orang Mesir. Sampai di sana, ia difitnah dan masuk ke dalam penjara. Tetapi memang pada akhirnya Yusuf menjadi orang besar dan penuh kuasa di Mesir.
Tetapi perjalanan hidup Yusuf adalah perjalanan hidup yang tidak menyenangkan, apalagi sebagai orang muda pada saat itu.
Sangat berat sekali menerima keadaan yang tidak menyenangkan karena perbuatan orang lain kepada kita. Demikian juga dengan Yusuf, dia tidak pernah berbuat salah, tetapi dia harus menanggung semua itu. Dan yang lebih menyedihkan lagi bagi Yusuf adalah: dia tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya, dia terpisah dari keluarganya. Kemudia dia dianggap sudah mati padahal masih hidup. Ini sangat menyedihkan sekali.
Maukah anda dianggap sudah mati, padahal masih hidup?
Saudara, Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa semua pergumulan berat yang dialami oleh Yusuf adalah karena ulah saudara-saudara. Jadi secara manusiawi, Yusuf punya banyak alasan untuk membalaskan dendamnya kepada semua saudara-saudaranya yang telah berbuat jahat.
Tapi apa yang dilakukan Yusuf? Pada waktu bertemu dengan saudara-saudaranya, Yusuf sama sekali tidak berbicara tentang masa lalu yang menyedihkan, Yusuf tidak menceritakan perasaan hatinya yang hancur pada saat itu dan Yusuf juga tidak berbicara tentang niatnya untuk membalaskan kejahatan saudaranya.
Pada waktu ayahnya meninggal, semua saudara-saudara Yusuf sangat ketakutan. Sampai mereka membuat siasat untuk mengakali Yusuf. Tetapi apa jawab Yusuf kepada saudara-saudaranya? "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya." (Kej 50:19-21).
Luar biasa! Ini adalah satu pernyataan kemenangan Yusuf sebagai hamba Allah. Ini adalah teladan yang luar biasa dari Yusuf untuk kita dan harus kita tiru.
Yusuf mengampuni saudaranya bukan hanya dalam perkataan, tapi juga dalam perbuatannya. Yusuf menghibur dan menenangkan hati mereka.
Saudara, apa yang memotivasi Yusuf sehingga dia bisa memberikan yang terbaik dalah setiap pekerjaan dan juga bisa mengampuni setiap orang yang membuatnya menderita? Jawabnya hanya satu yaitu: "ADANYA PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG KEBERADAAN DIRINYA DI DALAM RENCANA ALLAH".
Hal inilah yang telah memampukan dirinya berkata kepada saudara-saudaranya: "Bukan kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Tuhan Allah.... memang kamu telah mereka-rekakan perkara jahat, tetapi Tuhan telah merekanya untuk kebaikan (Kej 45:8-9; 50:20).
Saudara, jika engkau ingin hidup benar, belajar mengasihi Allah dengan benar, belajar mengasihi setiap orang dengan benar, belajar mengampuni dengan bener, mala engkau harus memiliki pemahaman yang benar akan keberadaan mu di dalam rencana Allah. Hal ini tidak bisa ditawar-tawar. hal ini mutlak!
Keberadaan kita di dalam rencana Allah dan keberadaan Allah di dalam rencana kita adalah dua dua hal yang berbeda. Karena itu perhatikanlah keberadaan hidupmu.
Jika engkau memiliki pemahaman tentang "KEBERADAANMU DI DALAM RENCANA ALLAH", maka engkau akan menggunakan hidupmu untuk mewujudkan rencana-rencana Allah di dunia ini.
Jika engkau memiliki pemahaman tentang "KEBERADAAN ALLAH DI DALAM RENCANAMU", maka engkau akan menggunakan hidupmu untuk mewujudkan rencana-rencanamu di dunia ini dan meminta Allah hanya menjadi penonton bahkan menjadi pembantumu.
Jika ada orang, sulit mengampuni orang lain yang bersalah kepadanya, hal itu disebabkan karena, adanya pemahaman yang salah akan keberadaannya di dunia ini.
Berjuanglah dan nikmati semua kebaikan Tuhan Allah di dalam pengampunan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
Tuesday, 15 June 2010
Pengkhotbah: Ingatlah Penciptamu

Hidup ini, ada awal, tentulah ada akhir. Tidak seorang pun manusia yang bisa menolak akhir hidup ini!
Satu waktu, tepat pada saat baru selesai acara wisuda di salah satu universitas terkenal, seorang Dosen bertemu dengan seorang mahasiswa yang mendapatkan gelar Magna Cum Laude di bidang hukum Tata Negara.
Kemudian sang Dosen setelah menyampaikan ucapan selamat atas prestasi yang luar biasa tersebut, kemudian ia bertanya: "Setelah lulus dengan gelar yang menakjubkan, apa yang akan anda lakukan di kemudian hari?" Lalu dengan mantap mahasiswa tersebut menjawab pertanyaan itu: "Saya akan melamar di lembaga pemerintahan dan akan terus belajar untuk mendapatkan prestasi yang baik di negara ini." Mendengar jawaban itu, sang Dosen berkata: "Bagus sekali niat itu."
Kemudian pertanyaan kembali diajukan: "Setelah kamu mendapatkan jabatan di pemerintahan, kemudian juga mendapatkan prestasi yang memuaskan, hal apa lagi yang akan kamu lakukan?" Mahasiswa tersebut kembali menjawab pertanyaan kedua tersebut. "Saya akan membeli rumah, mobil dan belajar untuk menabung semua pendapatan bulanan untuk masa depan saya." Mendengar jawaban itu, sang Dosen kembali berkata: "Bagus sekali niat itu."
Kemudian pertanyaan ketiga diajukan lagi kepada mahasiswa tersebut. "Setelah kamu mendapatkan rumah, mobil, dan punya uang tabungan di Bank, apa lagi yang akan kamu perbuat?" Mahasiswa itu menjawab lagi: "Setelah semua itu saya dapatkan, maka saya akan menikah dengan orang wanita yang aku cintai dan yang mencintaiku. Saya akan membangun rumah tangga yang bahagia dan saya akan mencukupkan semua kebutuhan keluarga saya." Mendengar jawaban itu, sang Dosen pun masih mengatakan hal yang sama: "Bagus sekali niat itu."
Pertanyaan keempat diberikan lagi kepada Mahasiswa itu. "Setelah kamu memiliki keluarga yang bahagia, apa lagi yang akan kamu lakukan?" Kemudian Mahasiswa tersebut menjawab: "Saya akan menikmati hari tua dan pensiun saya dengan keluarga yang saya cintai."
Lalu pertanyaan kelima, diajukan kembali kepadanya: "Setelah semua itu, apa lagi yang akan terjadi di dalam hidupmu?" sejenak Mahasiswa itu terdiam, kemudian dia memberi jawaban: "Aku berharap, aku meninggalkan semua keluargaku dengan hidup yang bahagia, serba berkecukupan."
Kemudian sang Dosen tersebut melanjutkan pembicaraan tersebut dengan satu pertanyaan baru lagi. "Apakah hanya itu saja yang akan kamu lakukan untuk mengisi masa depanmu yang indah itu?" Mahasiswa tersebut terdiam dan mencoba untuk memahami pertanyaan sang Dosen. Kemudian Mahasiswa itu kembali bertanya: "Apakah ada sesuatu yang lebih penting atau terpenting di dalam hidup ini yang telah terlewatkan oleh saya?" Kemudian sang Dosen menjawab dengan lembut dan penuh kasih: "Ya, ada satu lagi yang anda lupakan untuk mengisi hidup anda. Yang anda lupakan itu adalah bagian yang terpenting dari hidup ini, bahkan semua hidup manusia di bumi ini. Apakah itu? Yaitu memuliakan Tuhan Allah yang telah menciptakanmu dan yang telah mengasihimu melalui Yesus Kristus, Putra tunggal-Nya. Ingatlah, jangan pernah melupakan akan keberadaan-Nya di dalam hidupmu hanya karena keberadaan dunia yang telah memikatmu. Tidak ada artinya keberhasilan yang telah anda raih di dunia ini, jika anda melupakan Tuhan Allah di dalam hidupmu".
Saudaraku, apa tujuan hidupmu? Bagaimana anda memberi makna terhadap masa depanmu? Adakah tempat yang akan anda sediakan untuk Tuhan Allah pada masa depanmu?
Pikirkanlah itu.
Maju terus, raihlah cita-citamu!
Thursday, 29 April 2010
Pertemuan yang Menyesakkan
Yesus Kristus pernah berkata demikian: "Barangsiapa yang mau mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari."
Sperti kebiasaan yang sudah-sudah, Yesus biasanya, tiap setahun sekali, datang ke dunia...berkunjung menikmati taman di tengah kota Italia...ya...itu adalah salah satu taman kota yang terbaik di dunia ini.Kemudian, pada satu saat, ada orang yang mengaku kenal baik dengan Yesus. Begitu dia melihat Yesus, dia langsung memanggil dengan suara yang keras sambil melambai-lambaikan tangannya.
tapi Yesus hanya melihatnya dan diam saja.
Kemudian orang tua itu tidak kehabisan akal, karna pikirnya, "mungkin Yesus kurang mendengar suaranya".
Lalu dia mengejar Yesus dengan sangat. Tidak berapa lama, mereka pun terlibat dalam pembicaraan yang seru, khususnya bagi dia, si orang tua tersebut.
Orangtua: "Yesus, apa kabar?"
Yesus: "hai, kabar saya baik. anda?"
Orangtua: "Oh....hehehe....kabar saya baik sekali...dan tentunya...hari sangat luar biasa bagiku,
karna aku bisa bertemu Yesus di sini"
Yesus: "Oya, memangnya ada apa? Apa yang bisa saya perbuat untukmu?"
Orangtua: "Yesus, ini aku, ini aku murid-Mu, Engkau mengenal aku khan?"
Yesus (sambil terheran): "Kamu? Kamu murid-Ku? Yang mana? Knapa Aku tidak mengenalmu, kalau kamu adalah salah satu murid-Ku?"
Orangtua: "Yesus? Ini aku murid-Mu, masakan Engkau tidak mengenal aku? Aku yang selalu
memberitakan nama-Mu kepada setiap orang. Mana mungkin kamu tidak mengenal aku."
Yesus: "Saudara, Aku selalu mengenal semua murid-Ku. Di mana pun dan kapan pun, Aku pasti
mengenal mereka. Karna setiap orang yang menjadi muridku, memiliki ciri, karakter yang sangat Aku kenal. Tapi kamu? Aku tidak melihat ciri dan karakter itu di dalam hidupmu. Bagaimana mungkin engkau salah satu dari murid-Ku? Maafkan Aku, engkau boleh mengaku Aku Guru dan murid-Ku, tapi aku tidak bisa memanggilmu murid, karna tidak setiap orang yang memanggil Aku Guru, langsung menjadi murid-Ku. Setiap murid-Ku sangat bisa dikenali, karna mereka akan memiliki ciri dan karakter sperti-Ku"
Mendengar hal itu, orangtua tersebut langsung marah dan dia tidak terima atas perlakuan Yesus kepadanya.
Saudara, terkadang kita merasa sudah mengenal Yesus dan bangga mengaku Dia itu sebagai Tuhan kita, Juruslamat kita, Pemimpin dalam hidup kita. Tapi sebenarnya, yang terjadi adalah, kita merasa sombong atas keselamatan itu, seakan-akan Yesus yang perlu kita, bukan kita yang perlu Yesus.
Kita merasa hidup ini milik kita, bukan milik Yesus, sehingga kita mengisi hidup ini dengan semua ide-ide kita sendiri, bahkan ide-ide yang jahat pun ada di dalam kepala kita, betapa luar biasanya kita.
Pesan yang bisa diambil dari cerita di atas adalah: "HATI-HATI, JIKA KITA MENGAKU BAHWA KITA ADALAH ORANG KRISTEN, PENGIKUT YESUS, BERARTI HIDUP KITA HARUS SEPERTI YESUS KRISTUS. HIDUP YANG BUKAN HANYA DI MULUT, TAPI JUGA DI DALAM SEGALA HAL, PIKIRAN DAN TINGKAH LAKU."
Tuhan Yesus memberkati
Ev. Dame tB
Thursday, 11 March 2010
Belajar Menjadi Teladan
"Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu."Di mana pun dan kapan pun, saya percaya bahwa setiap orang pasti memerlukan keteladanan. Di dalam keluarga, lingkungan kerja, tempat bermain, bahkan di sekolah. Itu artinya bahwa keteladanan itu sangat diperlukan. Singkatnya, selama manusia ini masih berkembang, melahirkan generasi-generasi baru, keteladanan itu tidak akan pernah dan tidak boleh hilang. Karena yang muda harus belajar dari yang tua, yang Junior harus belajar dari Senior. Senang atau tidak, setiap orang harus belajar untuk mencari teladan yang bisa dijadikan panutan hidup.
Dalam materi kali ini, saya ingin mengajak semua pembaca untuk memahami tentang pentingnya keteladanan.
Di dalam lingkungan berjemaat atau bergereja, keteladanan sangat diperlukan. Tidak ada yang bisa berkata; "bahwa dia tidak tidak perlu teladan". Jika ada orang yang berani berkata demikian, maka celakalah yang akan diterima orang seperti itu.
Dalam surat Filipi 3:17 - 4:1, Rasul Paulus menuliskan dengan tegas kepada semua jemaat Filipi atau para pembaca surat-nya, untuk mengikuti teladan yang telah diberikan Rasul Paulus di dalam hidupnya.
Rasul Paulus meminta jemaat Filipi untuk berdiri teguh di dalam Tuhan, karena sikap ini sangat penting dalam menghadapi tantangan yang ada di sana.
Memang, saya juga melihat bahwa apa yang dimintakan oleh Rasul Paulus tersebut bukanlah permintaan yang berlebihan kepada jemaat. Saya juga sebagai hamba Tuhan sangat mengharapkan kepada semua jemaat bahkan kepada semua orang yang mengaku pengikut Yesus Kristus untuk berdiri teguh di dalam Tuhan.
Iman dan pengetahuan tentang firman-Nya yang kita miliki harus dipraktekkan di dalam kehidupan tanpa terkecuali, di mana pun dan kapan pun. Pastinya, tidak ada tempat bagi pengikut Yesus Kristus untuk tidak melakukan firman-Nya.
Kegunaan dari semua itu adalah untuk membangun keyakinan iman yang kokoh di dalam diri sendiri. Iman dan pengetahuan tentang firman-Nya tidak bisa dilepaskan dari praktek hidup orang percaya/pengikut Yesus Kristus. Hal ini juga yang dijelaskan dan ditekankan oleh Rasul Yakobus di dalam suratnya: "Setiap orang yang berani mengaku pengikut Yesus Kristus, dia harus membuktikan imannya di dalam perbuatannya. Karena iman tanpa perbuatan adalah mati." Saya menambahkan; "Jika dia berani mengaku pengikut Yesus Kristus, tetapi tidak mau membuktikan imannya di dalam perbuatannya, janganlah dia mengaku Kristen." Karena hal ini hanya akan membuatnya menjadi batu sandungan, bukan menjadi berkat.
Di dalam Filipi 3:17 - 4:1 ini, saya melihat ada dua hal yang menjadi alasan bagi Rasul Paulus untuk meminta jemaat Filipi mengikuti teladannya. Yaitu:
1. Ay 18-19: Banyak orang yang hidup sebagai SETERU SALIB KRISTUS. Ciri orang-orang yang menjadi seteru salib Kristus sangat jelas dituliskan olehnya, yaitu: Tuhan mereka ialah perut mereka sendiri. Kemuliaan mereka ialah aib mereka sendiri. Pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
Saya mencoba untuk memikirkan lebih dalam lagi tentang orang-orang yang menjadi seteru salib Kristus ini dan saya menemukan jawabannya, bahwa bukan hanya orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus saja yang bisa menjadi seteru salib Kristus, tetapi juga orang yang mengaku percaya kepada-Nya. Bagaimana mungkin?
Jika orang yang hidup di luar Yesus Kristus sudah tentulah bukan pengikut Kristus, dan orang-orang seperti ini pastilah tidak akan menjadikan Yesus Kristus sebagai sumber hidup, jamiman hidup, pedoman hidup dan lain sebaginya. Mereka akan hidup sesuai dengan pengetahuan yang di dalam pikiran dan hati mereka.
Tetapi, bagaimana dengan orang Kristen? Kata Kristen artinya pengikut Kristus. Jika dikatakan pengikut, maka semua tingkah laku hidupnya harus mengikuti arahan dari Yesus Kristus. Bagaimana jika ternyata tidak? Apakah masih layak disebut dan menyebut dirinya Kristen?
Banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi hidupnya tidak mengikuti Kristus. Dalam hal ini, saya tidak sedang menghakimi, tetapi inilah bukti nyata yang ada di dunia ini. Banyak hidup orang Kristen tidak ubahnya seperti mereka yang bukan Kristen. Apakah anda melihatnya? Mengaku Kristen, tetapi betah di dalam dosa: hidup di dalam perzinahan, korupsi, suap, kemalasan dalam membaca firman, tidak mau bersekutu bersama saudara seiman, tidak mau bersaksi tentang Yesus Kristus kepada orang lain. Mungkin ada banyak lagi yang bisa anda temukan di dalam lingkungan Kristen anda. Bagi saya pribadi, orang-orang seperti itu adalah seteru salib Kristus dan satu-satunya jalan keluar yang benar bagi mereka adalah BERTOBAT! Karena orang-orang seperti itu, jika tidak bertobat maka akan menjadi penghancur pelayanan gereja. Mereka adalah alat Iblis untuk melemahkan pelayanan gereja, menjadikan hilangnya kekudusan di dalam gereja. Akibatnya adalah, jika kekudusan sudah hilang dari pelayanan gereja, maka semua aktivitas yang dilakukan akan menjadi rutinitas yang tidak memiliki kuasa untuk mengubahkan orang lain. Sia-sialah semuanya dilakukan.
2. Ay 20-21: Kewargaan kita adalah di dalam sorga. Memang kita hidup di dunia ini, tapi sekarang kita bukan lagi orang-orang dunia, tetapi orang-orang perantau yang akan kembali ke sorga. Jika kewargaan kita adalah di dalam sorga, maka sudah semestinya harus ada perbedaan gaya hidup dengan orang-orang yang kewargaan-nya adalah di dalam dunia.
Ciri orang yang kewargaannya adalah di dalam sorga adalah: Tuhan mereka ialah Tuhan Yesus Kristus, bukan perut mereka. Kemuliaan mereka ialah kemuliaan yang datangnya dari Tuhan Yesus Kristus, bukan aib mereka. Pikiran mereka semata-mata tertuju perkara-perkara sorgawi, bukan kepada perkara duniawi. Beda bukan?
Saya berpikir, jika semua orang Kristen menyadari hal ini dan hidup dengan sungguh-sungguh di dalam firman-Nya, alangkah indahnya bukan? Saya percaya anda pun setuju dengan pemikiran saya.
Berikud ini, ada beberapa teladan yang telah diberikan Rasul Paulus kepada jemaat Filipi dan kepada semua orang percaya di dunia ini:
- Ada sukacita yang terus terlihat nyata di dalam kesaksian hidupnya (1:3-4). Meski pun
hidupnya penuh dengan tantangan yang tidak menyenangkan, tetapi dia tetap merasakan
sukacita yang luar biasa.
- Doa-doanya untuk jemaat (khususnya) dan semua orang percaya pada umumnya
(1:9-11,27-30).
- Tetap berpikiran positif (1:12-26).
- Keteguhan hati dalam mengikut Tuhan (1:21-22, 3:7-16).
- Keteguhan hati tentang Allah yang hidup sanggup memelihara hidupnya dan setiap orang
percaya lainnya (4:13,19).
Sebagai seorang hamba Tuhan, saya mengajak kita semua untuk belajar menjadi teladan bagi orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kepada kita sudah diberikan firman Tuhan itu, karena itu, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk berkata: "saya tidak tahu harus melakukan apa untuk menjadi teladan."
Saya diselamatkan oleh-Nya, dipanggil oleh-Nya untuk menjadi teladan, menjadi garam dan terang, demikian juga anda. Anda diselamatkan, anda dipanggil oleh-Nya untuk menjadi teladan. Mari kita melakukannya sampai Dia datang memanggil kita untuk kembali ke rumah yang telah disediakan-Nya bagi kita di sorga.
Tuhan Yesus memberkati.
Monday, 1 March 2010
Mengisi Masa depan
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
Jika anda mencintai masa depan, hendaknya anda juga sudah memikirkan masa sekarang dan mengisinya dengan perkara-perkara yang baik, yang akan membawa dan menuntun anda di jalan dan tangga menuju cita-cita.
jauhkan semua hal yang tidak mendukung keberhasilan, tetapi carilah perkara-perkara yang mempercepat anda menuju keberhasilan.
Jangan sungkan untuk berkata "tidak" kepada hal-hal yang menggoda anda untuk tidak fokus kepada masa depan.
Kumpulkan semua semangat untuk menolong dan mendorong anda guna meraih keberhasilan, karena jalan anda tentulah tidak mudah. Akan banyak sekali kerikil yang akan menghalangi anda. Tetapi harapan saya, anda bisa melihat dan menggunakan kerikil itu menjadi batu loncatan untuk semakin cepat melaju.
Ingatlah satu hal lagi, jangan pernah melupakan Tuhanmu di dalam perjalanan menuju keberhasilan, karena Tuhan mengetahui perkara-perkara yang akan terjadi di masa depan. karena itu, anda dan saya perlu hikmat-Nya.
Kemudian, tetaplah menjalin hubungan dengan orang lain, karena tidak akan pernah ada keberhasilan yang akan anda raih sendiri. Anda perlu orang lain untuk mendukung dan menghadirkan moment-moment yang penting dan bernilai untuk kelancaran dalam meraih keberhasilan.
Hargailah setiap waktu saat ini, karena jika anda menghargainya, maka hari esok akan lebih baik lagi untuk menghantarkan anda menuju cita-cita di masa depan.
Tidak akan ada masa depan yang indah, tanpa perkara-perkara yang indah anda lakukan untuk mengisi hari ini. Karena hari demi hari memiliki rantai yang tidak terlihat, tetapi sangat kuat dan saling mengisi. Itulah yang menjadi rantai perjalanan anda.
maju terus, ingatlah selalu, bahwa di depan sana, ada masa depan yang indah dan berharga. Hanya orang-orang yang mau berjuang untuk mendapatkannyalah yang akan menikmatinya.
Lihatlah, masa depanmu yang indah sudah menunggumu!
Best of Luck
Friday, 29 January 2010
Belajar dari Pengkhotbah

Penghkotbah berkata: "Segala sesuatu ada waktunya...."
Salam sejahtera untuk semua saudaraku yang sedang membaca tulisan ini. Saya percaya, bahwa saudara semua sedang mengalami satu pencerahan demi pencerahan dalam menapaki masa demi masa yang sedang menghantarkan saudara menuju keyajaan.
Saudara, melalui materi ini, saya ingin mengajak saudara semua untuk memikirkan tentang betapa berharganya hidup ini.
Sang Pencipta sudah memberikan kepada hidup yang sungguh berharga kepada kita, dan di dalam anugrah-Nya juga, kita telah diberi keleluasaan untuk menikmati hidup dengan bebas. Kita diberi keleluasaan untuk menggunakan atau mengisinya dengan apa saja sesuai dengan keinginan kita. Hampir bisa dikatakan, bahwa hidup itu adalah milik saudara.
Tapi tahukah saudara? Bahwa hidup itu ada batasnya? Memang, waktu yang menjadi ruang/tempat kita hidup itu tidak pernah berhenti, waktu itu tidak pernah akan meninggalkan kita, tetapi kitalah yang akan berhenti. Kitalah yang akan meninggalkan waktu itu. Hidup kita ini tidak kekal. Dan tidak ada satu orang pun di dunia ini yang memiliki hidup kekal, semuanya akan berakhir. Dan yang menjadi menarik dalam hal ini adalah, kita tidak tahu, kapan hidup kita diambil dari waktu itu. Karena kita tidak diberitahu tentang saat-saat itu.
Karena itu saudaraku, marilah kita mencoba untuk mempelajari apa arti hidup ini. Marilah kita mempelajari tentang bagaimana cara hidup yang benar. Marilah kita mempelajari tentang tujuan hidup yang diberikan Sang Kuasa kepada kita. Saya percaya, kita membuka mata dan hati kita untuk mempelajari semuanya itu, maka kita tidak akan tersandung dengan kerikil-kerikil yang ada di jalan hidup kita. Sebaliknya, kita akan menjadi orang-orang yang bijak yang bisa dan tahu bagaimana menghargai waktu yang diberikan Sang Kuasa kepada kita.
Hidup ini berharga dan sangat berharga! Hidup ini mahal dan sangat mahal. Itu sebabnya mengapa hidup ini tidak bisa dibeli dengan uang. Meski pun di dalam hidup ini saudara sibuk mencari uang, tetapi uang yang saudara dapatkan tidak bisa sama sekali membeli hidup saudara atau pun hidup orang lain.
Meski pun di dalam hidup ini banyak uang, emas, perak, permata, bahkan berlian, tetapi pahamilah, bahwa hidup itu lebih berharga dari uang, emas, perah, bahkan berlian.
Hidup yang berharga itu bukan karena apa yang kita punya, bukan karena apa yang kita lepas, tetapi karena apa yang sudah kita lakukan untuk membangun diri kita sendiri dan orang lain.
Hidup kita bukan milik kita, tetapi milik Sang Kuasa, itu sebabnya Dia juga berkuasa mengambilnya dari kita. Tugas kita saat ini hanyalah menikmatinya dan mengisinya. Karena itu, nikmatilah hidup ini dengan bijak, sehingga kenikmatan-kenikmatan yang saudara nikmati tidak sampai memikat hati saudara dan membutakan saudara untuk mengisi hidup ini dengan benar. Kemudian isilah hidup ini juga dengan benar, karena hanya hidup yang benarlah yang memberikan nilai yang tinggi dalam hidup saudara.
Buku Agung berkata: "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."
Saudaraku, untuk membuat hidup ini menjadi berharga, kita perlu pengetahuan yang tinggi dan sempurna. Kita perlu hikmat yang luar biasa. Semuanya itu hanya bisa didapatkan jika kita belajar untuk mengenal dan takut akan TUHAN Sang pemilik hidup.
Marilah, kita berjuang untuk mendapatkan pengetahuan serta hikmat yang sempurna itu. Niscaya itu semua akan menuntun kita untuk mendapatkan hidup yang bernilai!
Salam!
Dame tB.
Wednesday, 27 January 2010
Belajar Dari Ezra

"Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel."
Syalom saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus. Saya sangat bersyukur sekali, jika tulisan-tulisan saya dalam blog ini bisa memberkati saudara-saudari secara pribadi. Karena itu, saya akan berusaha untuk tetap setia menuliskan pengajaran-pengajaran yang bersumber dari firman Tuhan kepada saudara-saudari semua.
Terpujilah Tuhan kita, amin!
Saat saya akan mencoba mengajak saudara-saudari untuk memahami dengan benar, tetang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap firman Tuhan yang dipercayakan kepada kita semua.
Banyak orang berani berkata kepada saya; "kalau mereka mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan..." Terus terang, bagi saya pribadi, kerinduan seperti itu sangatlah baik, dan saya sudah pasti akan mendukung orang yang memiliki kerinduan sperti itu.
Tetapi setelah memahami situasinya, saya mulai menyayangkan keberadaan sebagian dari mereka. Mengapa? Karena, ternyata ada orang-orang yang merasa tidak memerlukan pemahaman yang benar akan firman Tuhan dalam melayani Tuhan. Ikut kegiatan di gereja...bahkan aktif luar biasa....seakan-akan dialah pendetanya. Tetapi jika diminta untuk meluangkan waktu untuk membaca firman, terlalu banyak alasannya untuk menolak. inilah...itulah....segala macam alasan. Malahan..bagi sebagian orang, cukup mendengar pengajaran dari pendeta yang berkhotbah di kebaktian Minggu...
Terus terang, bagi saya sebagai seorang Hamba Tuhan, sangat menyayangkan keputusan mereka itu.
Saya tidak tahu, apakah mereka lupa, atau tidak tahu, atau sengaja mau tidak mau tahu tentang peranan firman Tuhan di dalam hidupnya.
Tetapi yang pasti, banyak orang tidak mau membaca firman Tuhan, karena mereka tidak mau dikoreksi oleh Tuhan. Banyak orang rindu melayani Tuhan, tetapi juga tetap ingin menggunakan pakaian manusia lama (hidup yang gemar dan cinta terhadap dosa).
Bagaimana denganmu saudara-saudariku? Apa sikap dan keputusanmu terhadap situasi tersebut?
Dari ilustrasi itu, saya mau mengajak saudara untuk memahami keputusan Ezra sebagai responnya terhadap firman Tuhan.
Di dalam tekadnya, Ezra memutuskan akan melakukan tiga perkara di dalam hidupnya, sebagai sikapnya terhadap kebaikan Tuhan.
1. Meneliti Taurat TUHAN
Di sini jelas dikatakan, bahwa dia akan melakukan penelitian terhadap Taurat TUHAN. Saudara, melakukan satu penelitian bukanlah proses yang mudah, sederhana, dan singkat. Tetapi memerlukan waktu, tenaga, ketekukan, kesetiaan sampai mendapatkan keberhasilan. Paling tidak ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu: MEMBACA dan MEMPELAJARInya.
Membaca artinya di sini adalah: Memasukkan berbagai informasi baru yang berkenaan dengan firman Tuhan ke dalam otak/pikiran. Hal ini sangat penting untuk dilakukan. Bahkan saya berani berkata bahwa, membaca adalah tindakan dasar dari belajar. Jika seseorang tidak mau membaca, maka dia tidak akan pernah bisa belajar. dan hal ini berlaku untuk segala hal di dalam hidup ini. Jadi, saya sangat percaya, bahwa Ezra akan melakukan hal ini sebagai tindakan pertamanya.
Mempelajari artinya di sini adalah: Mengolah/memikirkan/merenungkan semua informasi baru yang telah diterimanya dari membaca firman Tuhan. Dan sudah barang tentu, Ezra akan melakukan hal ini sampai dia mendapatkan makna yang benar dari Taurat TUHAN tersebut.
Satu hal yang kita harus ingat, bahwa mempelajari firman Tuhan, berbeda dengan mempelajari materi/pelajaran lainnya. Jika mempelajari pelajaran/materi lainnya, saudara-saudari cukup mengikuti rumusnya, sampai menemukan jawabannya. Tapi, jika mempelajari firman Tuhan, kita tidak boleh lepas dari peranan ROH KUDUS. ROH KUDUS adalah sumber pencerahan bagi kita yang rindu melakukan penelitian tentang firman Tuhan.
Meski pun pada waktu itu belum dituliskan tentang ROH KUDUS, tetapi saya percaya ROH KUDUS bekerja menolong Ezra untuk memahami KEBENARAN firman-Nya melalui Taurat-Nya.
2. Melakukan Taurat TUHAN di dalam hidupnya
Ezra hidup di antara orang ISrael. Kita semua tahu, bahwa Israel juga dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk atau bangsa yang bebal. Bangsa yang tidak bisa setia terhadap Tuhan yang telah memelihara hidup mereka.
Ezra sangat memahami hal itu. Selain karena alasan pribadinya (kecintaannya terhadap TUHAN), kehidupan bangsa Israel juga menjadi salah satu alasan baginya untuk melakukan firman Tuhan tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga kemurnian hidupnya sebagai hamba Tuhan dan juga untuk menjadi teladan yang benar bagi bangsa Israel. Sehingga orang Israel mengerti bagaimaca cara yang benar untuk hidup sebagi umat Tuhan.
Selain itu juga, menurut pemahaman saya, melalukan firman Tuhan juga adalah cara yang benar untuk melatih hidup di dalam iman yang benar. Camkanlah ini: "Kita tidak akan pernah bersyukur dengan benar, jika kita tidak melakukan firman Tuhan dengan benar. Kita tidak akan melihat Tuhan dengan benar, jika kita tidak melakukan firman dengan benar. Kita tidak akan bertumbuh dengan benar, jika kita tidak melakukan firman dengan benar." Karena itu, setiap orang yang berani mengaku percaya kepada-Nya, haruslah juga berani melakukan firman-Nya di dalam hidupnya sehari-hari.
3. Mengajarkan Taurat TUHAN kepada bangsanya
Ezra tahu, bahwa Taurat yang Tuhan berikan bagi bangsa Israel, bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk bangsanya juga. Karena itu, Ezra, di dalam kasihnya kepada Tuhan dan bangsanya, mengambil keputusan untuk mengajarkan semua kebenaran Taurat TUHAN kepada Israel.
Dengan mengajarkan Taurat TUHAN, bangsa Israel akan bisa dibangun kembali untuk bangkit dan memuliakan Tuhan.
Demikian juga dengan setiap kita, yang mengaku percaya dan mengasihi-Nya. Selain kita dipanggil untuk mempelajari dan melakukannya di dalam hidup sehari-hari, kita juga dipanggil olehnya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Untuk menjadi pelita bagi orang lain, sehingga orang lain pun bisa melihat kebenaran dan hidup di dalam kebenaran.
Saudara-saudariku, tekad Ezra ini sangat sempurna untuk diteladani oleh setiap kita yang mengaku percaya kepada-Nya.
Percayalah, bahwa jika anda mau melakukan hal tersebut, anda tidak akan pernah menemukan kesia-siaan di dalamnya. Tetapi anda akan menemukan kebenaran demi kebenaran yang akan membawa hidup anda ke dalam kebenaran-Nya.
Jika saudara sebagai suami (kepala keluarga) merindukan Istri dan anak-anak anda hidup benar di dalam Dia, maka pelajarilah firman-Nya, lakukanlah dan ajarkanlah kepada keluargamu. Maka engkau akan melihat kebenaran Tuhan nyata di dalam keluargamu.
Jika saudari sebagai istri (ibu rumah tangga) merindukan suami dan anak-anak anda hidup benar di dalam Dia, maka pelajarilah firman-Nya, lakukanlah dan ajarkanlah kepada keluargamu. Maka engkau akan melihat kebenaran Tuhan nyata di dalam keluargamu.
Jika saudara-saudari sebagai anak merindukan orangtuamu hidup benar di dalam Dia, maka, pelajarilah firman-Nya, lakukanlah dan ajarkanlah kepada keluargamu. Maka engkau akan melihat kebenaran Tuhan nyata di dalam keluargamu.
Tuhan Yesus memberkati.
Sunday, 6 December 2009
Memahami tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus

Syalom saudara seiman di dalam Tuhan Yesus, Juruslamat kita.
Sebentar lagi, kita akan merayakan hari
Hm…..setiap orang punya natal masing-masing, tapi kali ini,
Melalui berita firman, yang tertulis dari Injil Matius 1:18-21, saya ingin mencoba mengajak saudara-saudari semua untuk mencoba memahami tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.
Mari sejenak kita merenungkan pergumulan Yusuf.
Saudaraku, Yusuf mungkin tidak pernah berpikir bahwa keluarganya akan menjadi keluarga penting bagi kaumnya, apalagi menjadi keluarga yang akan dirindukan oleh seluruh umat manusia. Hal ini semakin diperkuat oleh pekerjaannya sebagai tukang kayu. Meskipun tukang kayu memiliki banyak jasa, tetapi tetap saja, profesi sebagai tukang kayu bukanlah hitungan di antara orang-orang penting di setiap masa.
Tetapi apa yang terjadi, Yusuf, yang bergumul tentang masa depan rumah tangganya mendapatkan jawaban yang luar biasa. Jawaban yang tidak pernah dibayangkan seumur hidupnya, bahwa istrinya, Maria, akan melahirkan seorang Anak Kudus, Anak yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
Tentulah jawaban malaikan Tuhan ini adalah jawaban yang gampang untuk didengar, tetapi sebenarnya, sulit untuk dipahami. Tentulah banyak pertanyaan yang muncul tentang anak yang akan lahir tersebut. “Bagaimana bentuk bayi yang akan lahir itu? Bagaimana nanti hidupnya? Bagaimana pula caranya untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka?” Hm…mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah bagian dari banyaknya pertanyaan yang muncul.
Tetapi sekali lagi saya ingin memberitahukan kepada pembaca semua, seperti apa yang telah dikatakan firman Tuhan kepada kita, bahwa tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Untuk menyelamatkan saudara dan saya dari dosa-dosa. Sehingga dengan demikian, saudara dan saya boleh mendapatkan tempat di dalam kerajaan-Nya kelak.
Ijinkan saya bertanya kepada saudara. Sudahkan saudara menikmati kasih yang menyelamatkan tersebut? Sudahkan saudara memilikinya?
Saudaraku, Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan yang terbaik kepada setiap kita. Karena itu, sudah saatnya bagi kita juga untuk memberikan yang terbaik kepada-Nya, yaitu mempersembahkan hidup kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada-Nya.
Biarlahlah, hari demi hari kita lewati dengan adanya PEMBAHARUAN HIDUP yang semakin membuat kita berkenan dan memuliakan Tuhan Allah yang telah menyatakan kasih-Nya kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Allah sudah melakukan apa yang menjadi bagian-Nya, kini saatnya bagi kita untuk melakukan semua yang menjadi bagian kita, hari demi hari untuk aktif menyatakan rasa syukur kita kepada-Nya melalui adanya PEMBAHARUAN HIDUP dalam diri setiap kita.
Ingatlah, PEMBAHARUAN HIDUP dalam diri setiap orang, dari manusia lama menjadi manusia baru, dari manusia yang gemar dosa menjadi manusia yang melayani Tuhan dan sesama, juga adalah tujuan dari kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini.
Apakah saudara rindu untuk menggenapi tujuan dari kedatangan-Nya?
Rayakanlah Natal-Nya, melalui PEMBAHARUAN HIDUP.
Tuhan Yesus Kristus memberkati.
Selamat menyambut serta merayakan
Monday, 3 August 2009
Seperti Melayani Tuhan
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." Syalom!
Setiap kita, pasti tahu apa arti dari melayani, dan bagaimana sikap seseorang pada waktu sedang melayani.
Pada waktu kita melayani, posisi kita berada pada posisi seorang pelayan, yang sedang berusaha menyibukkan diri untuk menolong orang lain, sehingga orang lain akan merasa lebih mudah dalam melakukan aktivitasnya.
Pada waktu kita melayani, satu-satunya yang harus kita lakukan adalah perintah atau permintaan dari orang yang sedang kita layani. Selain itu tidak ada lagi. Dan yang harus diingat pada waktu kita melayani adalah, berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik: cepat dan hasilnya sesuai dengan apa yang diminta, bukan sesuai dengan apa yang kita mau. Pelayanan yang cepat, tepat dan sesuai dengan permintaan akan menaikkan nilai diri kita sebagai pelayan di depan orang-orang yang sedang kita layani.
Saudaraku, sebagai orang Kristen, Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa kita adalah pelayan-Nya. Kita adalah hamba-Nya. Tugas kita adalah melakukan tugas dari Tuhan, yaitu melayani-Nya melalui orang-orang yang ada di sekeliling kita. Dari anak-anak sampai kepada orang yang sudah lanjut usia.
Saya percaya, kita semua sedang belajar memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka semua. Saya juga percaya, saudara akan menyesal apabila saudara telah gagal memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka, karena saya tahu, saudara pasti telah menaruh mereka semua di dalam hatimu, dan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang berharga dan mulia.
Karena itu saya berharap untuk kita semua, selama kita masih bisa dan dipercayakan untuk melayani, biarlah kita terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan cara menjauhkan semua pergumulan daging dan pikiran dunia ini. Mengapa? Ya, pergumulan daging dan pikiran dunia ini hanya akan membuat kita tidak bisa melayani dengan baik. Karena daging akan berkata kepada diri kita: "Aku juga punya keingininan, aku juga punya kebutuhan yang harus aku layani. Karena itu, aku tidak punya waktu untuk melayani orang lain." Demikian juga dengan pikiran dunia. Dia akan berkata kepada kita: "Untuk apa aku melayani mereka dengan baik, bukankan mereka bisa melakukannya sendiri? Apa untungnya aku melayani mereka? Tidak ada penghargaan yang aku terima, bahkan tidak jarang, aku yang melakukan, tapi mereka yang dikenal berhasil."
Bagaimana caranya supaya kita bisa menjauhkan dan mengalahkan semua pergumulan daging dan pikiran dunia itu? Hanya ada satu cara untuk itu, yaitu melakukan seperti apa yang dikatakan oleh firman Tuhan kepada kita; "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia".
Dengan menaruh perkataan firman tersebut di dalam pikiran, hati dan hidup kita, saya percaya bahwa kita pasti bisa mempertahankan pelayanan terbaik yang telah kita lakukan, bahkan akan lebih daripada itu. Saya percaya, bahwa saudara akan terus menerus belajar untuk memberikan yang terbaik. Ketidakpuasan akan muncul di dalam hati saudara dan saya dan itu akan menjadi sumber semangat untuk terus berjuang guna menghasilkan yang terbaik untuk Tuhan. Dan itu akan menjadi sumber kebahagiaan dan membuat saudara semakin menikmati sukacita besar dari Tuhan.
Biarlah selama kita melayani di dunia ini, kita tidak lagi memandang wajah manusia. Kita tidak lagi memandang keadaan manusia. Kita tidak lagi memandang apa yang mereka bawa untuk kita. Tetapi biarlah, kita selalu belajar mengarahkan mata, hati dan pikiran kita kepada Tuhan kita. Memang kita sedang melayani manusia, tetapi hidup kita, tetaplah tertuju kepada Tuhan Allah. Dengan demikian, maka pelayanan kita akan tetap terpelihara indah.
Seperti melayani Tuhan!
Kita adalah hamba-Nya. Dan saat ini, kita dipercayakan untuk tinggal di bumi ini untuk menolong orang lain, memudahkan orang lain untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Juruslamat manusia. Karena itu, jangan biarkan kesibukan kita membuat kita tidak bisa melayani mereka.
Saya berharap, kita bisa dengan berani memberikan waktu-waktu di tengah kesibukan kita untuk mereka. Seperti Tuhan telah memberikan waktu untuk mereka, maka kita juga tidak punya alasan untuk berkata sibuk kepada mereka.
Kita adalah hamba Tuhan, karena itu kita dipanggil untuk melayani-Nya. Jika kita rindu melayani-Nya, maka izinkanlah kerinduan itu menjadi semangat dalam melayani mereka.
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Selamat melayani dan buatlah Tuhan Yesus tersenyum atas pelayanan kita.
Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Wednesday, 29 July 2009
Berjalan di dalam Iman

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulian-Nya dalam Kristus Yesus."
Dunia dan pergumulan-nya, sering sekali telah menguasai hati dan pikiran kita, sehingga kekhawatiran yang seharusnya tidak perlu ada di dalam hidup kita, bisa menjadi ada.
Memang menurut saya, secara manusia kita wajar khawatir, Setiap manusia pasti pernah merasakan hal ini. Karena kita tidak mengetahui hal-hal yang akan terjadi selanjutnya.
Tapi pernahkah saudara sadari bahwa, pada waktu pergumulan dunia dan sifat khawatir itu muncul, maka ketakutanlah yang menjadi upahnya? Ya, ketakutanlah yang menjadi upahnya!
Wajar kah kita takut? Menurut saya, ini pun masih wajar. Tetapi hal ini akan menjadi tidak wajar, jika ketakutan itu menguasai hati dan pikiran saudara.
Di dalam hidup ini, yang paling ditakutkan oleh manusia adalah: "LAPAR". Semua orang mencari kerja hanya untuk makan, dan sisanya akan dipakai untuk pemeliharaan yang lainnya, dan jika pun ada lebihnya, barulah akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan yang termasuk hiburan.
Karena tidak mau lapar, semua orang akan melakukan segala usaha untuk bisa makan. Mulai dari perkara kecil sampai kepada perkara besar. Mulai dari perkara yang benar sampai kepada perkara yang tidak benar. Semuanya diusahakan manusia. Apakah itu DOSA? Jika saudara sedang berusaha untuk mencukupi hidupmu, itu bukan dosa. Tetapi jika usaha itu sampai membawa anda untuk melakukan hal-hal yang tidak benar, itulah DOSA.
Di dalam pikiran manusia, semua orang harus bekerja baru bisa makan. Dan ini benar, karena Alkitab juga berkata demikian.
Jika demikian, di manakah peranan Tuhan Allah dalam pemenuhan segala kebutuhan hidup kita ini? Saudaraku, pertanyaan ini bukanlah hal yang gampang untuk dijawab dan jika pun ada jawabannya, tidak semua orang akan menerimanya. Itu sebabnya saya membuat judul tulisan ini: "Berjalan di dalam Iman."
Saya melihat, bahwa dalam pemenuhan kebutuhan hidup itu ternyata bukan mutlak (100%) dari usaha manusia. Tetapi di sana juga ada campur tangan Tuhan Allah. Dan ingatlah, bahwa campur tangan Tuhan Allah itu ada di depan, bukan di belakang. Artinya kita tinggal memetiknya. Saudaraku, dengan kata lain saya mau berkata bahwa Tuhan Allah sudah menyediakan untuk saudara dan saya.
Pernahkan saudara memperhatikan, ada orang yang lebih berat kerjanya dari saudara, tetapi hanya bisa membawa hasil sedikit? Ada orang yang lebih lama jam kerjanya, pulang larut malam, bahkan subuh, tetapi juga hanya membawa hasil sedikit? Tetapi ada yang kerjanya ringan, tidak memakan waktu terlalu banyak, sepertinya bisa membawa hasil yang banyak? Jika saudara bertanya kepada saya mengapa? Saya juga akan bingung. Karena perkara itu ada di luar kemampuan saya berpikir.
Tapi satu hal yang ingin saya percayai dan bagikan kepada saudara. Dan hal ini telah menjadi bagian hidup saya, bahwa benarlah "Tuhan telah dan masih akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan dan kemulian-Nya."
Bagaimana cara melihatnya? Hal ini tidak gampang, tetapi bisa dilakukan. Yaitu: dengan belajar berserah kepada kuasa Tuhan Allah (rendahkan hati), belajar bersyukur atas semua berkatnya yang bisa kita dapatkan untuk satu hari ini, kemudian belajar bertanggungjawab untuk menggunakan berkat-Nya.
Jika orangtua saudara tahu dan bisa mencukupi segala kebutuhan kita di masa kecil, masakan kita juga tidak bisa percaya, bahwa Tuhan Allah bisa melakukan hal-hal yang telah dilakukan oleh mereka? Saya berkata, Dia akan melakukan lebih lagi! Jika pemenuhan kebutuhan yang telah dilakukan oleh orangtua kita bisa membawa kita kepada perasaan senang dan mungkin bahagia, maka saya berkata, bahwa pemenuhan yang dilakukan oleh Tuhan Allah akan mendatangkan damai sejahtera dan sukacita!
Saudaraku, meskipun sulit, saya ingin mengajak saudara untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang saudara bisa bawa pulang dari pekerjaan benar saudara sepanjang hari ini adalah pemberian Tuhan Allah bagi saudara. Berkat Tuhan Allah buat saudara!
Mari, hidupkan firman Tuhan ini di dalam hidup kita bersama, sehingga kita akan melihat bahwa Tuhan Allah yang hidup itu sungguh-sungguh telah dan akan terus mencukupi keperluan kita.
Mari, kita tepat melakukan segala sesuatu yang menjadi bagian kita, karna Dia telah melakukan yang menjadi bagian-Nya di dalam hidup kita.
Berdoalah, bersyukurlah dan raihlah berkat-Nya di dalam hidup saudara!
Tuhan Yesus memberkati
dame tB
Thursday, 9 July 2009
Kasih Allah
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Saudara terkasih di dalam Tuhan, apa kabarmu hari ini? Saya percaya bahwa saudara sedang menikmati sukacita yang dari Tuhan kita Yesus Kristus. Amin!
Saudara, saat ini saya ingin mengajak saudara untuk kembali merenungkan isi nas di atas, yang menceritakan kepada kita tentang kasih Tuhan Allah yang besar kepada kita. Kasih itu sangat besar dan tidak terbatas. Kasih-Nya yang besar itu tidak bisa dibatasi oleh apa pun, oleh siapa pun, bahkan oleh waktu yang terus maju. Kasih Tuhan Allah yang besar itu, tetap ada dan tetap berkuasa.
Saudaraku, apa sebenarnya kasih Tuhan Allah yang besar itu?
Inilah kasih-Nya. Tuhan Allah tidak bisa melihat manusia ciptaan-Nya, yang serupa dan se-gambar dengan-Nya, terhilang dan mengalami kematian kekal. Karena, pada waktu pertama sekali Dia menciptakan manusia, tujuannya adalah bukan untuk dibinasakan, tetapi untuk menjadi rekan sekerja-Nya di dalam dunia yang kekal.
Tetapi apa yang terjadi sesudahnya, manusia tidak bisa melanjutkan misi itu. Hanya sebentar saja manusia itu bisa bertahan mempertahankan posisinya di hadapan Tuhan Allah, selebihnya, manusia jatuh dan hidup di dalam dosa yang mematikan. Yang membuat manusia jauh dan semakin menjauh dari Tuhan Allah, penciptanya.
Akibat dosa, semua manusia akan binasa. Ini bukan rencana Tuhan Allah dalam penciptaan, tetapi rencana si Iblis. Iblis tidak mau manusia bergaul dengan Tuhan Allah. Iblis mau manusia juga ikut memberontak terhadap penciptanya.
Api yang kekal sudah menanti, dan itu adalah tempat bagi manusia dan Iblis sebagai akibat dari dosa. Tetapi, sekali lagi saya katakan, bahwa ini bukan rencana Tuhan Allah. Ini bukan kehendak Tuhan Allah. Karena itu, Dia dengan inisiatif-Nya sendiri berusaha menyatakan kasih-Nya yang besar itu kepada manusia.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Tuhan Allah menyatakan kasih-Nya yang besar itu melalui Yesus Kristus, Anak tunggal-Nya dengan jalan menjelma menjadi manusia dan hidup di antara manusia yang berdosa. Dia tidak lagi terlihat sebagai Tuhan yang berkuasa. Dia hidup di dalam tubuh manusia yang terbatas. Dia menyangkali diri-Nya sendiri sebagai yang sempurna dan yang kekal. Ingatlah, semuanya itu dilakukan oleh-Nya supaya Dia bisa menyatakan kasih Tuhan Allah yang besar itu kepada manusia yang berdosa.
Apa yang dialami oleh Yesus di dunia ini? Sebagai Anak Tunggal, yang mengemban tugas khusus dari Surga, Dia hidup dengan ketaatan yang sempurna. Dia menjalani semua garis hidup yang sudah dituliskan. Semuanya itu hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk keselamatan kita, manusia yang berdosa.
Kasih yang besar, yang sudah dinyakatan sejak kelahiran-Nya terus dilanjutkan sampai hari terakhir-Nya di dunia ini. Kepahitan demi kepahitan, hinaan demi hinaan, itulah yang menjadi bunga-bunga dimasa-masa terakhirnya di bumi ini. Itu pun diterima-Nya dengan tujuan, yaitu untuk keselamatan kita, manusia yang berdosa.
Puncak daripada penderitaan-Nya adalah, Dia harus digantungkan di kayu salib. Di depan banyak orang. Di sana Dia dipermalukan, disiksa, dihina, bahkan harus mengeluarkan darah dari lubang tubuh-Nya, akibat paku yang menembus di tangan dan kaki-Nya. Itu pun diterima-Nya dengan tujuan, yaitu untuk keselamatan kita, manusia yang berdosa. Dia mati, bukan karena dosa-Nya. Tetapi Dia mati, karena dosa kita.
Dia telah menjadi tebusan yang sempurna. Dan kematian-Nya juga telah membuka jalan bagi kita untuk melihat kasih Tuhan Allah yang besar kepada kita, supaya kita bisa menikmati kembali hubungan yang indah dengan Tuhan Allah.
... supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Saudaraku, tahukah engkau, bahwa tugas Tuhan Allah telah selesai menyatakan kebesaran kasih-Nya. Melalui kasih yang besar itu, Dia juga telah menyatakan bahwa jalan keselamatan itu kini telah terbuka. Jalan itu terbuka bagi siapa pun, kapan dan di mana pun.
Jika bagian Tuhan Allah sudah selesai, sekarang bagian siapa? Inilah saatnya kita manusia yang berdosa ini melakukan bagiannya, yaitu -di dalam kasih karunia-Nya- kita menyadari semua dosa dan mengakui di hadapan-Nya, bahwa kita ini manusia berdosa. Kita perlu Yesus Kristus untuk menjadi jalan yang mendamaikan kita dengan Tuhan Allah.
Inilah saat-nya kita berkata: "Bapa di Surga, saat ini aku sungguh menyadari bahwa aku adalah manusia yang berdosa. Manusia yang memerlukan keselamatan. Di hadapan-Mu, aku mengakui semua dosa-dosaku. Dan mulai saat ini, aku mau disucikan, dikuduskan dalam darah Yesus Kristus yang telah tertumpah bagiku. Mulai saat ini, aku mau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat di dalam hidupku sampai selama-lamanya. Aku mau mengabdikan diriku untuk-Mu, sebagai hamba-Mu yang memuliakan Engkau. Terima kasih ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus Juruslamatku aku berdoa, amin!
Saudaraku, jika saat ini engkau membaca tulisan saya ini, dan jika sampai saat ini, engkau belum pernah membuka hatimu untuk menerima kasih-Nya yang besar itu, saya sangat berharap dan berdoa untukmu, supaya engkau tidak lagi mengeraskan dan menutup hatimu, tetapi lembutkanlah hatimu, serta bukalah pintu hatimu untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamatmu. Karena engkau perlu Yesus Kristus!
Saudaraku, engkau perlu Yesus Kristus. Ingatlah, Dia datang ke dunia ini, untuk mencari saudara dan saya, setelah itu Dia berusaha menyatakan kasih yang besar dari Tuhan Allah kepada kita.
Saudaraku, saya juga mengingatkan, bahwa masih banyak lagi orang yang belum membuka hatinya untuk menerima kasih yang besar itu. tolong, berikanlah hatimu, berikanlah waktumu, berikanlah tenagamu, dan berikanlah pikiranmu untuk menyatakan kasih itu kepada mereka. Berdoalah untuk mereka, supaya mereka juga mendapatkan kesempatan seperti saudara, yaitu mendengar dan membuka hati untuk menerima keselamatan melalui Yesus Kristus, Sang juruslamat kekal.
Karena sudah saatnya kita menyatakan kasih yang kita miliki bukan dengan perkataan, tetapi dengan doa dan perbuatan di dalam kesaksian hidup kita sehari-hari.
Amin!
Friday, 19 June 2009
Bahagia Sejati

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam."
Mazmur 1:1-2
Saudaraku, untuk bisa mewujudkan kerinduan di atas, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan di dalam hidup kita, sepanjang hidup ini, yaitu:
Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk di dalam kumpulan pencemooh. Maksudnya adalah, kita harus belajar untuk menjalani hidup ini dengan benar, tidak bergabung dengan orang berdosa dan melakukan rencana-rencana mereka, tidak mencari kebenaran dari orang-orang fasik serta tidak duduk bersama orang-orang pencemooh. Karena di dalam diri mereka tidak akan pernah ada kebenaran Tuhan. Jalan-jalan yang mereka tempuh adalah jalan-jalan yang penuh dengan rancangan dosa; rancangan kejahatan kepada Tuhan dan kepada sesamanya, karena mereka hanya akan mementingkan diri sendiri. Mereka tidak akan penah menghadirkan Tuhan di dalam hidup mereka, tetapi hatinya akan semakin hari semakin menjauh dari Tuhan. Mulut mereka hanya akan penuh dengan segala hikmat manusia yang hanya ingin menyenangkan hatinya dan hati sesamanya, tetapi tidak pernah memperkatakan firman dan kebenaran-Nya.
Karena itu, kita harus mampu mengamati perjalanan hidup kita, jangan sampai kita menjadi bagian dari mereka. Kita harus menjauh dari mereka, bukan memusuhi, tetapi hanya tidak melibatkan diri dengan pikiran-pikiran dan gaya hidup mereka. Karena kita dipanggil Tuhan bukan untuk memusuhi mereka. Bahkan kita harus berdoa untuk mereka, supaya satu saat nanti, mereka mau membuka hati dan menerima Yesus Kristus menjadi juruslamat dan menjadikan firman-Nya sebagai sumber hidup.
Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Inilah hal kedua yang menjadi tugas kita. setelah kita menjauhi hidup orang yang tidak benar, maka kita harus belajar untuk berani mencari Tuhan dan firman-Nya sepanjang hidup ini. Karena hanya Tuhanlah yang bisa menolong kita untuk menjalani hidup ini dengan benar. Dan hanya firman-Nya sajalah yang akan menuntun kita untuk berjalan di dalam jalan kebenaran-Nya, sampai kita bertemu dengan-Nya kelak.
Karena itu, janganlah kita menjauhkan diri dari Tuhan. Sebagai hamba Tuhan, saya berpesan kepada saudara, "Seberat apapun pergumulan di dalam hidupmu, janganlah pernah lupakan Tuhan. Tetapi berdoalah, tetaplah arahkan pandanganmu kepada tuntunan-Nya dan percayalah, serta lihatlah ke depan dengan imanmu kepada-Nya, bahwa di depan saudara ada jalan kelepasan dari Tuhan kita."
Saudaraku, firman Tuhan sudah memberitahukan kepada kita bahwa: "Hari demi hari kehidupan di dunia ini akan semakin buruk, kejahatan akan semakin bertambah-tambah, dosa akan semakin berkuasa di dalam dunia." Hal ini dikatakan-Nya bukan untuk menghancurkan semangat kita, tetapi justru memberikan tanda yang jelas kepada kita, supaya kita disepanjang hidup ini, belajar untuk terus mencari Tuhan, hidup di dalam Tuhan, serta mengandalkan Tuhan di dalam segala kuat dan usaha kita. Karena Tuhan akan membuat hidup kita hari demi hari selalu baru: karena ada kekuatan baru dari-Nya, ada pengharapan baru, ada urapan baru serta ada berkat yang baru, karena kasih-Nya selalu baru tiap pagi bagi saudara dan saya yang selalu setia mencari Tuhan dan merenungkan firman-Nya!
Terpujilah Tuhan kita, yang telah memberikan firman-Nya yang sempurna untuk menjadi penuntun di dalam hidup ini sampai kita bertemu dengan-Nya kelak. Haleluya!
Akhir kata, sebagai hamba Tuhan saya berpesan kepada saudara: "tetaplah setia di dalam Dia, sampai bertemu di sorga kelak."
Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.
Jika saudara memiliki pergumulan atau pertanyaan seputar firman Tuhan, saudara boleh menanyakannya kepada saya. Saya akan mencoba menolong saudara untuk menemukan jawabannya. Saudara tinggal menuliskan serta mengirimkannya lewat email kepada saya.
Monday, 15 June 2009
Garam dan Terang Dunia

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."
Matius 5:13
Salam sejahtera untuk semua saudara Kristenku yang terkasih di seluruh dunia. Saya percaya, kalau hari ini pasti lebih baik dari kemarin, karena berkat-Nya selalu baru tiap pagi. Amin!
Saudaraku yang mengasihi Kristus Yesus, hidup ini begitu indah di dalam Dia, karena Dia memberikan kesempatan kepada kita untuk membangun satu masa di mana kita bisa belajar untuk menjadi berkat bagi setiap orang yang Tuhan Allah percayakan untuk hidup berdampingan dengan kita.
Mengenai masa itu, kita tidak tahu berapa lama dan tidak satu pun dari kita yang bisa tahu akan saat-saat terakhirnya. Tetapi menurut saya, yang penting bukan lamanya (kuantitas), melainkan isinya (kualitas). Saya percaya, bagi Tuhan pun bukan lamanya yang penting, tetapi isinya, maknanya (kualitas) yang penting.
Saudaraku yang dikasihi Kristus Yesus. hari ini firman Tuhan menyapa kita dengan satu pesan penting, yaitu: saudara dan saya adalah garam dunia. Kalimat itu memberi pesan penting bagi kita, bahwa saudara dan saya adalah orang penting di dunia ini.
Kita menjadi penting bukan karena siapa kita, tetapi karena apa kita. Kita menjadi penting bukan karena pekerjaan/jabatan kita, bukan karena kita lahir dari keturunan siapa, bukan juga karena nama besar yang kita sandang. Melainkan karena apa yang sudah kita perbuat untuk diri kita sendiri, untuk keluarga, untuk orang lain/negara dan untuk Tuhan kita.
"Kamu adalah garam dunia". Saudaraku, saya ingin menegaskan, bahwa dunia perlu kita. Dunia ini, masyarakat disekitar kita sangat bergantung dengan kita. Pernyataan Tuhan Yesus tersebut memberitahukan kepada kita, bahwa dunia ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran dan partisipasi kita.
Mari, kita semua sebagai wakil dan rekan sekerja Allah di dalam dunia ini, kita bangun dan menjawab panggilan Tuhan Allah tersebut untuk menjadi garam dunia.
Saudaraku yang terkasih, yang dipercayai oleh Tuhan Allah, apakah kita akan tinggal diam saja? Saya percaya, sudah barang tentu tidak. Karena mendiamkan panggilan Tuhan Allah adalah bukan mental dan karakter kita sebagai orang percaya.
Karena itu, mari kita bangkit dan memberi rasa yang menyenangkan di dunia ini, dengan mempertahankan rasa yang kita miliki, sampai Tuhan Yesus Kristus datang menjemput kita.
Saudaraku, kita adalah garam dunia!
Tuhan Yesus memberkati,
Haleluya, amin!
Ev. Dame T. Baringbing
Friday, 12 June 2009
Iman

"Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan firman Kristus."
Roma 10:17
Tetapi di dalam prakteknya, mengapa masih banyak orang yang kurang memperhatikan perkataan firman ini. banyak orang kristen lebih suka mendengar khotbah saja dari pada membaca firman Tuhan sendiri di rumah...
Apakah itu sebagai bukti bahwa banyak orang mulai kehilangan akan kecintaannya terhadap firman Tuhan? Atau juga sebagai bukti bahwa firman Tuhan itu sudah tidak cocok lagi di masa sekaran ini?
Sebagai orang percaya (hamba Tuhan) saya sangat percaya, bahwa iman itu masih diperlukan dalam menghadapi hidup ini. karena itu, firman Tuhan pun juga masih diperlukan dalam menumbuhkan iman. Dan satu-satunya bacaan yang bisa menumbuhkan iman hanyalah firman Tuhan. tidak ada lagi yang lain.
Karena itu, saya menghimbau kepada semua pembaca untuk mulai kembali membaca dan merenungkan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ingatlah, bahwa "Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan firman Kristus".
Tuhan Yesus Kristus memberkati kita.
Ev. Dame T. Baringbing