Monday, 1 March 2010

Mengisi Masa depan


Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
Yakobus 4:13-15

Masa depan adalah masa yang ada di depan, mungkin itu masa yang jauh, tetapi mungkin juga itu masa yang dekat dengan saat ini. Yang pasti, masa depan itu adalah masa yang akan datang.

Jika anda mencintai masa depan, hendaknya anda juga sudah memikirkan masa sekarang dan mengisinya dengan perkara-perkara yang baik, yang akan membawa dan menuntun anda di jalan dan tangga menuju cita-cita.

jauhkan semua hal yang tidak mendukung keberhasilan, tetapi carilah perkara-perkara yang mempercepat anda menuju keberhasilan.

Jangan sungkan untuk berkata "tidak" kepada hal-hal yang menggoda anda untuk tidak fokus kepada masa depan.

Kumpulkan semua semangat untuk menolong dan mendorong anda guna meraih keberhasilan, karena jalan anda tentulah tidak mudah. Akan banyak sekali kerikil yang akan menghalangi anda. Tetapi harapan saya, anda bisa melihat dan menggunakan kerikil itu menjadi batu loncatan untuk semakin cepat melaju.

Ingatlah satu hal lagi, jangan pernah melupakan Tuhanmu di dalam perjalanan menuju keberhasilan, karena Tuhan mengetahui perkara-perkara yang akan terjadi di masa depan. karena itu, anda dan saya perlu hikmat-Nya.

Kemudian, tetaplah menjalin hubungan dengan orang lain, karena tidak akan pernah ada keberhasilan yang akan anda raih sendiri. Anda perlu orang lain untuk mendukung dan menghadirkan moment-moment yang penting dan bernilai untuk kelancaran dalam meraih keberhasilan.

Hargailah setiap waktu saat ini, karena jika anda menghargainya, maka hari esok akan lebih baik lagi untuk menghantarkan anda menuju cita-cita di masa depan.

Tidak akan ada masa depan yang indah, tanpa perkara-perkara yang indah anda lakukan untuk mengisi hari ini. Karena hari demi hari memiliki rantai yang tidak terlihat, tetapi sangat kuat dan saling mengisi. Itulah yang menjadi rantai perjalanan anda.

maju terus, ingatlah selalu, bahwa di depan sana, ada masa depan yang indah dan berharga. Hanya orang-orang yang mau berjuang untuk mendapatkannyalah yang akan menikmatinya.

Lihatlah, masa depanmu yang indah sudah menunggumu!
Best of Luck

Friday, 29 January 2010

Belajar dari Pengkhotbah


Penghkotbah berkata: "Segala sesuatu ada waktunya...."

Salam sejahtera untuk semua saudaraku yang sedang membaca tulisan ini. Saya percaya, bahwa saudara semua sedang mengalami satu pencerahan demi pencerahan dalam menapaki masa demi masa yang sedang menghantarkan saudara menuju keyajaan.

Saudara, melalui materi ini, saya ingin mengajak saudara semua untuk memikirkan tentang betapa berharganya hidup ini.

Sang Pencipta sudah memberikan kepada hidup yang sungguh berharga kepada kita, dan di dalam anugrah-Nya juga, kita telah diberi keleluasaan untuk menikmati hidup dengan bebas. Kita diberi keleluasaan untuk menggunakan atau mengisinya dengan apa saja sesuai dengan keinginan kita. Hampir bisa dikatakan, bahwa hidup itu adalah milik saudara.

Tapi tahukah saudara? Bahwa hidup itu ada batasnya? Memang, waktu yang menjadi ruang/tempat kita hidup itu tidak pernah berhenti, waktu itu tidak pernah akan meninggalkan kita, tetapi kitalah yang akan berhenti. Kitalah yang akan meninggalkan waktu itu. Hidup kita ini tidak kekal. Dan tidak ada satu orang pun di dunia ini yang memiliki hidup kekal, semuanya akan berakhir. Dan yang menjadi menarik dalam hal ini adalah, kita tidak tahu, kapan hidup kita diambil dari waktu itu. Karena kita tidak diberitahu tentang saat-saat itu.

Karena itu saudaraku, marilah kita mencoba untuk mempelajari apa arti hidup ini. Marilah kita mempelajari tentang bagaimana cara hidup yang benar. Marilah kita mempelajari tentang tujuan hidup yang diberikan Sang Kuasa kepada kita. Saya percaya, kita membuka mata dan hati kita untuk mempelajari semuanya itu, maka kita tidak akan tersandung dengan kerikil-kerikil yang ada di jalan hidup kita. Sebaliknya, kita akan menjadi orang-orang yang bijak yang bisa dan tahu bagaimana menghargai waktu yang diberikan Sang Kuasa kepada kita.

Hidup ini berharga dan sangat berharga! Hidup ini mahal dan sangat mahal. Itu sebabnya mengapa hidup ini tidak bisa dibeli dengan uang. Meski pun di dalam hidup ini saudara sibuk mencari uang, tetapi uang yang saudara dapatkan tidak bisa sama sekali membeli hidup saudara atau pun hidup orang lain.

Meski pun di dalam hidup ini banyak uang, emas, perak, permata, bahkan berlian, tetapi pahamilah, bahwa hidup itu lebih berharga dari uang, emas, perah, bahkan berlian.

Hidup yang berharga itu bukan karena apa yang kita punya, bukan karena apa yang kita lepas, tetapi karena apa yang sudah kita lakukan untuk membangun diri kita sendiri dan orang lain.

Hidup kita bukan milik kita, tetapi milik Sang Kuasa, itu sebabnya Dia juga berkuasa mengambilnya dari kita. Tugas kita saat ini hanyalah menikmatinya dan mengisinya. Karena itu, nikmatilah hidup ini dengan bijak, sehingga kenikmatan-kenikmatan yang saudara nikmati tidak sampai memikat hati saudara dan membutakan saudara untuk mengisi hidup ini dengan benar. Kemudian isilah hidup ini juga dengan benar, karena hanya hidup yang benarlah yang memberikan nilai yang tinggi dalam hidup saudara.

Buku Agung berkata: "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."

Saudaraku, untuk membuat hidup ini menjadi berharga, kita perlu pengetahuan yang tinggi dan sempurna. Kita perlu hikmat yang luar biasa. Semuanya itu hanya bisa didapatkan jika kita belajar untuk mengenal dan takut akan TUHAN Sang pemilik hidup.

Marilah, kita berjuang untuk mendapatkan pengetahuan serta hikmat yang sempurna itu. Niscaya itu semua akan menuntun kita untuk mendapatkan hidup yang bernilai!

Salam!
Dame tB.

Wednesday, 27 January 2010

Belajar Dari Ezra


"Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel."

Syalom saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus. Saya sangat bersyukur sekali, jika tulisan-tulisan saya dalam blog ini bisa memberkati saudara-saudari secara pribadi. Karena itu, saya akan berusaha untuk tetap setia menuliskan pengajaran-pengajaran yang bersumber dari firman Tuhan kepada saudara-saudari semua.

Terpujilah Tuhan kita, amin!

Saat saya akan mencoba mengajak saudara-saudari untuk memahami dengan benar, tetang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap firman Tuhan yang dipercayakan kepada kita semua.

Banyak orang berani berkata kepada saya; "kalau mereka mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan..." Terus terang, bagi saya pribadi, kerinduan seperti itu sangatlah baik, dan saya sudah pasti akan mendukung orang yang memiliki kerinduan sperti itu.

Tetapi setelah memahami situasinya, saya mulai menyayangkan keberadaan sebagian dari mereka. Mengapa? Karena, ternyata ada orang-orang yang merasa tidak memerlukan pemahaman yang benar akan firman Tuhan dalam melayani Tuhan. Ikut kegiatan di gereja...bahkan aktif luar biasa....seakan-akan dialah pendetanya. Tetapi jika diminta untuk meluangkan waktu untuk membaca firman, terlalu banyak alasannya untuk menolak. inilah...itulah....segala macam alasan. Malahan..bagi sebagian orang, cukup mendengar pengajaran dari pendeta yang berkhotbah di kebaktian Minggu...

Terus terang, bagi saya sebagai seorang Hamba Tuhan, sangat menyayangkan keputusan mereka itu.

Saya tidak tahu, apakah mereka lupa, atau tidak tahu, atau sengaja mau tidak mau tahu tentang peranan firman Tuhan di dalam hidupnya.

Tetapi yang pasti, banyak orang tidak mau membaca firman Tuhan, karena mereka tidak mau dikoreksi oleh Tuhan. Banyak orang rindu melayani Tuhan, tetapi juga tetap ingin menggunakan pakaian manusia lama (hidup yang gemar dan cinta terhadap dosa).

Bagaimana denganmu saudara-saudariku? Apa sikap dan keputusanmu terhadap situasi tersebut?

Dari ilustrasi itu, saya mau mengajak saudara untuk memahami keputusan Ezra sebagai responnya terhadap firman Tuhan.

Di dalam tekadnya, Ezra memutuskan akan melakukan tiga perkara di dalam hidupnya, sebagai sikapnya terhadap kebaikan Tuhan.

1. Meneliti Taurat TUHAN
Di sini jelas dikatakan, bahwa dia akan melakukan penelitian terhadap Taurat TUHAN. Saudara, melakukan satu penelitian bukanlah proses yang mudah, sederhana, dan singkat. Tetapi memerlukan waktu, tenaga, ketekukan, kesetiaan sampai mendapatkan keberhasilan. Paling tidak ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu: MEMBACA dan MEMPELAJARInya.

Membaca artinya di sini adalah: Memasukkan berbagai informasi baru yang berkenaan dengan firman Tuhan ke dalam otak/pikiran. Hal ini sangat penting untuk dilakukan. Bahkan saya berani berkata bahwa, membaca adalah tindakan dasar dari belajar. Jika seseorang tidak mau membaca, maka dia tidak akan pernah bisa belajar. dan hal ini berlaku untuk segala hal di dalam hidup ini. Jadi, saya sangat percaya, bahwa Ezra akan melakukan hal ini sebagai tindakan pertamanya.

Mempelajari artinya di sini adalah: Mengolah/memikirkan/merenungkan semua informasi baru yang telah diterimanya dari membaca firman Tuhan. Dan sudah barang tentu, Ezra akan melakukan hal ini sampai dia mendapatkan makna yang benar dari Taurat TUHAN tersebut.

Satu hal yang kita harus ingat, bahwa mempelajari firman Tuhan, berbeda dengan mempelajari materi/pelajaran lainnya. Jika mempelajari pelajaran/materi lainnya, saudara-saudari cukup mengikuti rumusnya, sampai menemukan jawabannya. Tapi, jika mempelajari firman Tuhan, kita tidak boleh lepas dari peranan ROH KUDUS. ROH KUDUS adalah sumber pencerahan bagi kita yang rindu melakukan penelitian tentang firman Tuhan.

Meski pun pada waktu itu belum dituliskan tentang ROH KUDUS, tetapi saya percaya ROH KUDUS bekerja menolong Ezra untuk memahami KEBENARAN firman-Nya melalui Taurat-Nya.

2. Melakukan Taurat TUHAN di dalam hidupnya
Ezra hidup di antara orang ISrael. Kita semua tahu, bahwa Israel juga dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk atau bangsa yang bebal. Bangsa yang tidak bisa setia terhadap Tuhan yang telah memelihara hidup mereka.

Ezra sangat memahami hal itu. Selain karena alasan pribadinya (kecintaannya terhadap TUHAN), kehidupan bangsa Israel juga menjadi salah satu alasan baginya untuk melakukan firman Tuhan tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga kemurnian hidupnya sebagai hamba Tuhan dan juga untuk menjadi teladan yang benar bagi bangsa Israel. Sehingga orang Israel mengerti bagaimaca cara yang benar untuk hidup sebagi umat Tuhan.

Selain itu juga, menurut pemahaman saya, melalukan firman Tuhan juga adalah cara yang benar untuk melatih hidup di dalam iman yang benar. Camkanlah ini: "Kita tidak akan pernah bersyukur dengan benar, jika kita tidak melakukan firman Tuhan dengan benar. Kita tidak akan melihat Tuhan dengan benar, jika kita tidak melakukan firman dengan benar. Kita tidak akan bertumbuh dengan benar, jika kita tidak melakukan firman dengan benar." Karena itu, setiap orang yang berani mengaku percaya kepada-Nya, haruslah juga berani melakukan firman-Nya di dalam hidupnya sehari-hari.

3. Mengajarkan Taurat TUHAN kepada bangsanya
Ezra tahu, bahwa Taurat yang Tuhan berikan bagi bangsa Israel, bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk bangsanya juga. Karena itu, Ezra, di dalam kasihnya kepada Tuhan dan bangsanya, mengambil keputusan untuk mengajarkan semua kebenaran Taurat TUHAN kepada Israel.

Dengan mengajarkan Taurat TUHAN, bangsa Israel akan bisa dibangun kembali untuk bangkit dan memuliakan Tuhan.

Demikian juga dengan setiap kita, yang mengaku percaya dan mengasihi-Nya. Selain kita dipanggil untuk mempelajari dan melakukannya di dalam hidup sehari-hari, kita juga dipanggil olehnya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Untuk menjadi pelita bagi orang lain, sehingga orang lain pun bisa melihat kebenaran dan hidup di dalam kebenaran.

Saudara-saudariku, tekad Ezra ini sangat sempurna untuk diteladani oleh setiap kita yang mengaku percaya kepada-Nya.

Percayalah, bahwa jika anda mau melakukan hal tersebut, anda tidak akan pernah menemukan kesia-siaan di dalamnya. Tetapi anda akan menemukan kebenaran demi kebenaran yang akan membawa hidup anda ke dalam kebenaran-Nya.

Jika saudara sebagai suami (kepala keluarga) merindukan Istri dan anak-anak anda hidup benar di dalam Dia, maka pelajarilah firman-Nya, lakukanlah dan ajarkanlah kepada keluargamu. Maka engkau akan melihat kebenaran Tuhan nyata di dalam keluargamu.

Jika saudari sebagai istri (ibu rumah tangga) merindukan suami dan anak-anak anda hidup benar di dalam Dia, maka pelajarilah firman-Nya, lakukanlah dan ajarkanlah kepada keluargamu. Maka engkau akan melihat kebenaran Tuhan nyata di dalam keluargamu.

Jika saudara-saudari sebagai anak merindukan orangtuamu hidup benar di dalam Dia, maka, pelajarilah firman-Nya, lakukanlah dan ajarkanlah kepada keluargamu. Maka engkau akan melihat kebenaran Tuhan nyata di dalam keluargamu.

Tuhan Yesus memberkati.

Sunday, 6 December 2009

Memahami tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus

"Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka"


Syalom saudara seiman di dalam Tuhan Yesus, Juruslamat kita.

Sebentar lagi, kita akan merayakan hari Natal. Apakah saudara sudah mempersiapkan diri untuk merayakannya?

Hm…..setiap orang punya natal masing-masing, tapi kali ini, Natal yang kita bahas dalam tulisan singkat ini, adalah Natal yang beda dengan natal yang saudara atau orang lain miliki. Mengapa demikian? Karena Natal yang dimiliki oleh Yesus adalah Natal yang kudus, juga lebih daripada itu, Natal Tuhan Yesus Kristus memiliki tujuan khusus untuk semua manusia. Apakah tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dunia ini?

Melalui berita firman, yang tertulis dari Injil Matius 1:18-21, saya ingin mencoba mengajak saudara-saudari semua untuk mencoba memahami tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

Mari sejenak kita merenungkan pergumulan Yusuf.

Saudaraku, Yusuf mungkin tidak pernah berpikir bahwa keluarganya akan menjadi keluarga penting bagi kaumnya, apalagi menjadi keluarga yang akan dirindukan oleh seluruh umat manusia. Hal ini semakin diperkuat oleh pekerjaannya sebagai tukang kayu. Meskipun tukang kayu memiliki banyak jasa, tetapi tetap saja, profesi sebagai tukang kayu bukanlah hitungan di antara orang-orang penting di setiap masa.

Tetapi apa yang terjadi, Yusuf, yang bergumul tentang masa depan rumah tangganya mendapatkan jawaban yang luar biasa. Jawaban yang tidak pernah dibayangkan seumur hidupnya, bahwa istrinya, Maria, akan melahirkan seorang Anak Kudus, Anak yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.

Tentulah jawaban malaikan Tuhan ini adalah jawaban yang gampang untuk didengar, tetapi sebenarnya, sulit untuk dipahami. Tentulah banyak pertanyaan yang muncul tentang anak yang akan lahir tersebut. “Bagaimana bentuk bayi yang akan lahir itu? Bagaimana nanti hidupnya? Bagaimana pula caranya untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka?” Hm…mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah bagian dari banyaknya pertanyaan yang muncul.

Tetapi sekali lagi saya ingin memberitahukan kepada pembaca semua, seperti apa yang telah dikatakan firman Tuhan kepada kita, bahwa tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Untuk menyelamatkan saudara dan saya dari dosa-dosa. Sehingga dengan demikian, saudara dan saya boleh mendapatkan tempat di dalam kerajaan-Nya kelak.

Ijinkan saya bertanya kepada saudara. Sudahkan saudara menikmati kasih yang menyelamatkan tersebut? Sudahkan saudara memilikinya?

Saudaraku, Tuhan Yesus Kristus sudah memberikan yang terbaik kepada setiap kita. Karena itu, sudah saatnya bagi kita juga untuk memberikan yang terbaik kepada-Nya, yaitu mempersembahkan hidup kita menjadi persembahan yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada-Nya.

Biarlahlah, hari demi hari kita lewati dengan adanya PEMBAHARUAN HIDUP yang semakin membuat kita berkenan dan memuliakan Tuhan Allah yang telah menyatakan kasih-Nya kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Allah sudah melakukan apa yang menjadi bagian-Nya, kini saatnya bagi kita untuk melakukan semua yang menjadi bagian kita, hari demi hari untuk aktif menyatakan rasa syukur kita kepada-Nya melalui adanya PEMBAHARUAN HIDUP dalam diri setiap kita.

Ingatlah, PEMBAHARUAN HIDUP dalam diri setiap orang, dari manusia lama menjadi manusia baru, dari manusia yang gemar dosa menjadi manusia yang melayani Tuhan dan sesama, juga adalah tujuan dari kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini.

Apakah saudara rindu untuk menggenapi tujuan dari kedatangan-Nya?

Rayakanlah Natal-Nya, melalui PEMBAHARUAN HIDUP.

Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Selamat menyambut serta merayakan Natal.

Monday, 3 August 2009

Seperti Melayani Tuhan

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Kolose 3:23

Syalom!
Setiap kita, pasti tahu apa arti dari melayani, dan bagaimana sikap seseorang pada waktu sedang melayani.

Pada waktu kita melayani, posisi kita berada pada posisi seorang pelayan, yang sedang berusaha menyibukkan diri untuk menolong orang lain, sehingga orang lain akan merasa lebih mudah dalam melakukan aktivitasnya.

Pada waktu kita melayani, satu-satunya yang harus kita lakukan adalah perintah atau permintaan dari orang yang sedang kita layani. Selain itu tidak ada lagi. Dan yang harus diingat pada waktu kita melayani adalah, berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik: cepat dan hasilnya sesuai dengan apa yang diminta, bukan sesuai dengan apa yang kita mau. Pelayanan yang cepat, tepat dan sesuai dengan permintaan akan menaikkan nilai diri kita sebagai pelayan di depan orang-orang yang sedang kita layani.

Saudaraku, sebagai orang Kristen, Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa kita adalah pelayan-Nya. Kita adalah hamba-Nya. Tugas kita adalah melakukan tugas dari Tuhan, yaitu melayani-Nya melalui orang-orang yang ada di sekeliling kita. Dari anak-anak sampai kepada orang yang sudah lanjut usia.

Saya percaya, kita semua sedang belajar memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka semua. Saya juga percaya, saudara akan menyesal apabila saudara telah gagal memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka, karena saya tahu, saudara pasti telah menaruh mereka semua di dalam hatimu, dan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang berharga dan mulia.

Karena itu saya berharap untuk kita semua, selama kita masih bisa dan dipercayakan untuk melayani, biarlah kita terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan cara menjauhkan semua pergumulan daging dan pikiran dunia ini. Mengapa? Ya, pergumulan daging dan pikiran dunia ini hanya akan membuat kita tidak bisa melayani dengan baik. Karena daging akan berkata kepada diri kita: "Aku juga punya keingininan, aku juga punya kebutuhan yang harus aku layani. Karena itu, aku tidak punya waktu untuk melayani orang lain." Demikian juga dengan pikiran dunia. Dia akan berkata kepada kita: "Untuk apa aku melayani mereka dengan baik, bukankan mereka bisa melakukannya sendiri? Apa untungnya aku melayani mereka? Tidak ada penghargaan yang aku terima, bahkan tidak jarang, aku yang melakukan, tapi mereka yang dikenal berhasil."

Bagaimana caranya supaya kita bisa menjauhkan dan mengalahkan semua pergumulan daging dan pikiran dunia itu? Hanya ada satu cara untuk itu, yaitu melakukan seperti apa yang dikatakan oleh firman Tuhan kepada kita; "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia".

Dengan menaruh perkataan firman tersebut di dalam pikiran, hati dan hidup kita, saya percaya bahwa kita pasti bisa mempertahankan pelayanan terbaik yang telah kita lakukan, bahkan akan lebih daripada itu. Saya percaya, bahwa saudara akan terus menerus belajar untuk memberikan yang terbaik. Ketidakpuasan akan muncul di dalam hati saudara dan saya dan itu akan menjadi sumber semangat untuk terus berjuang guna menghasilkan yang terbaik untuk Tuhan. Dan itu akan menjadi sumber kebahagiaan dan membuat saudara semakin menikmati sukacita besar dari Tuhan.

Biarlah selama kita melayani di dunia ini, kita tidak lagi memandang wajah manusia. Kita tidak lagi memandang keadaan manusia. Kita tidak lagi memandang apa yang mereka bawa untuk kita. Tetapi biarlah, kita selalu belajar mengarahkan mata, hati dan pikiran kita kepada Tuhan kita. Memang kita sedang melayani manusia, tetapi hidup kita, tetaplah tertuju kepada Tuhan Allah. Dengan demikian, maka pelayanan kita akan tetap terpelihara indah.

Seperti melayani Tuhan!

Kita adalah hamba-Nya. Dan saat ini, kita dipercayakan untuk tinggal di bumi ini untuk menolong orang lain, memudahkan orang lain untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Juruslamat manusia. Karena itu, jangan biarkan kesibukan kita membuat kita tidak bisa melayani mereka.

Saya berharap, kita bisa dengan berani memberikan waktu-waktu di tengah kesibukan kita untuk mereka. Seperti Tuhan telah memberikan waktu untuk mereka, maka kita juga tidak punya alasan untuk berkata sibuk kepada mereka.

Kita adalah hamba Tuhan, karena itu kita dipanggil untuk melayani-Nya. Jika kita rindu melayani-Nya, maka izinkanlah kerinduan itu menjadi semangat dalam melayani mereka.
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Selamat melayani dan buatlah Tuhan Yesus tersenyum atas pelayanan kita.
Amin.

Tuhan Yesus memberkati

Wednesday, 29 July 2009

Berjalan di dalam Iman


"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulian-Nya dalam Kristus Yesus."
Filipi 4:19

Dunia dan pergumulan-nya, sering sekali telah menguasai hati dan pikiran kita, sehingga kekhawatiran yang seharusnya tidak perlu ada di dalam hidup kita, bisa menjadi ada.

Memang menurut saya, secara manusia kita wajar khawatir, Setiap manusia pasti pernah merasakan hal ini. Karena kita tidak mengetahui hal-hal yang akan terjadi selanjutnya.

Tapi pernahkah saudara sadari bahwa, pada waktu pergumulan dunia dan sifat khawatir itu muncul, maka ketakutanlah yang menjadi upahnya? Ya, ketakutanlah yang menjadi upahnya!

Wajar kah kita takut? Menurut saya, ini pun masih wajar. Tetapi hal ini akan menjadi tidak wajar, jika ketakutan itu menguasai hati dan pikiran saudara.

Di dalam hidup ini, yang paling ditakutkan oleh manusia adalah: "LAPAR". Semua orang mencari kerja hanya untuk makan, dan sisanya akan dipakai untuk pemeliharaan yang lainnya, dan jika pun ada lebihnya, barulah akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan yang termasuk hiburan.

Karena tidak mau lapar, semua orang akan melakukan segala usaha untuk bisa makan. Mulai dari perkara kecil sampai kepada perkara besar. Mulai dari perkara yang benar sampai kepada perkara yang tidak benar. Semuanya diusahakan manusia. Apakah itu DOSA? Jika saudara sedang berusaha untuk mencukupi hidupmu, itu bukan dosa. Tetapi jika usaha itu sampai membawa anda untuk melakukan hal-hal yang tidak benar, itulah DOSA.

Di dalam pikiran manusia, semua orang harus bekerja baru bisa makan. Dan ini benar, karena Alkitab juga berkata demikian.

Jika demikian, di manakah peranan Tuhan Allah dalam pemenuhan segala kebutuhan hidup kita ini? Saudaraku, pertanyaan ini bukanlah hal yang gampang untuk dijawab dan jika pun ada jawabannya, tidak semua orang akan menerimanya. Itu sebabnya saya membuat judul tulisan ini: "Berjalan di dalam Iman."

Saya melihat, bahwa dalam pemenuhan kebutuhan hidup itu ternyata bukan mutlak (100%) dari usaha manusia. Tetapi di sana juga ada campur tangan Tuhan Allah. Dan ingatlah, bahwa campur tangan Tuhan Allah itu ada di depan, bukan di belakang. Artinya kita tinggal memetiknya. Saudaraku, dengan kata lain saya mau berkata bahwa Tuhan Allah sudah menyediakan untuk saudara dan saya.

Pernahkan saudara memperhatikan, ada orang yang lebih berat kerjanya dari saudara, tetapi hanya bisa membawa hasil sedikit? Ada orang yang lebih lama jam kerjanya, pulang larut malam, bahkan subuh, tetapi juga hanya membawa hasil sedikit? Tetapi ada yang kerjanya ringan, tidak memakan waktu terlalu banyak, sepertinya bisa membawa hasil yang banyak? Jika saudara bertanya kepada saya mengapa? Saya juga akan bingung. Karena perkara itu ada di luar kemampuan saya berpikir.

Tapi satu hal yang ingin saya percayai dan bagikan kepada saudara. Dan hal ini telah menjadi bagian hidup saya, bahwa benarlah "Tuhan telah dan masih akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan dan kemulian-Nya."

Bagaimana cara melihatnya? Hal ini tidak gampang, tetapi bisa dilakukan. Yaitu: dengan belajar berserah kepada kuasa Tuhan Allah (rendahkan hati), belajar bersyukur atas semua berkatnya yang bisa kita dapatkan untuk satu hari ini, kemudian belajar bertanggungjawab untuk menggunakan berkat-Nya.

Jika orangtua saudara tahu dan bisa mencukupi segala kebutuhan kita di masa kecil, masakan kita juga tidak bisa percaya, bahwa Tuhan Allah bisa melakukan hal-hal yang telah dilakukan oleh mereka? Saya berkata, Dia akan melakukan lebih lagi! Jika pemenuhan kebutuhan yang telah dilakukan oleh orangtua kita bisa membawa kita kepada perasaan senang dan mungkin bahagia, maka saya berkata, bahwa pemenuhan yang dilakukan oleh Tuhan Allah akan mendatangkan damai sejahtera dan sukacita!

Saudaraku, meskipun sulit, saya ingin mengajak saudara untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang saudara bisa bawa pulang dari pekerjaan benar saudara sepanjang hari ini adalah pemberian Tuhan Allah bagi saudara. Berkat Tuhan Allah buat saudara!

Mari, hidupkan firman Tuhan ini di dalam hidup kita bersama, sehingga kita akan melihat bahwa Tuhan Allah yang hidup itu sungguh-sungguh telah dan akan terus mencukupi keperluan kita.

Mari, kita tepat melakukan segala sesuatu yang menjadi bagian kita, karna Dia telah melakukan yang menjadi bagian-Nya di dalam hidup kita.

Berdoalah, bersyukurlah dan raihlah berkat-Nya di dalam hidup saudara!

Tuhan Yesus memberkati

dame tB

Thursday, 9 July 2009

Kasih Allah

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Yohanes 3:16

Saudara terkasih di dalam Tuhan, apa kabarmu hari ini? Saya percaya bahwa saudara sedang menikmati sukacita yang dari Tuhan kita Yesus Kristus. Amin!

Saudara, saat ini saya ingin mengajak saudara untuk kembali merenungkan isi nas di atas, yang menceritakan kepada kita tentang kasih Tuhan Allah yang besar kepada kita. Kasih itu sangat besar dan tidak terbatas. Kasih-Nya yang besar itu tidak bisa dibatasi oleh apa pun, oleh siapa pun, bahkan oleh waktu yang terus maju. Kasih Tuhan Allah yang besar itu, tetap ada dan tetap berkuasa.

Saudaraku, apa sebenarnya kasih Tuhan Allah yang besar itu?
Inilah kasih-Nya. Tuhan Allah tidak bisa melihat manusia ciptaan-Nya, yang serupa dan se-gambar dengan-Nya, terhilang dan mengalami kematian kekal. Karena, pada waktu pertama sekali Dia menciptakan manusia, tujuannya adalah bukan untuk dibinasakan, tetapi untuk menjadi rekan sekerja-Nya di dalam dunia yang kekal.

Tetapi apa yang terjadi sesudahnya, manusia tidak bisa melanjutkan misi itu. Hanya sebentar saja manusia itu bisa bertahan mempertahankan posisinya di hadapan Tuhan Allah, selebihnya, manusia jatuh dan hidup di dalam dosa yang mematikan. Yang membuat manusia jauh dan semakin menjauh dari Tuhan Allah, penciptanya.

Akibat dosa, semua manusia akan binasa. Ini bukan rencana Tuhan Allah dalam penciptaan, tetapi rencana si Iblis. Iblis tidak mau manusia bergaul dengan Tuhan Allah. Iblis mau manusia juga ikut memberontak terhadap penciptanya.

Api yang kekal sudah menanti, dan itu adalah tempat bagi manusia dan Iblis sebagai akibat dari dosa. Tetapi, sekali lagi saya katakan, bahwa ini bukan rencana Tuhan Allah. Ini bukan kehendak Tuhan Allah. Karena itu, Dia dengan inisiatif-Nya sendiri berusaha menyatakan kasih-Nya yang besar itu kepada manusia.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Tuhan Allah menyatakan kasih-Nya yang besar itu melalui Yesus Kristus, Anak tunggal-Nya dengan jalan menjelma menjadi manusia dan hidup di antara manusia yang berdosa. Dia tidak lagi terlihat sebagai Tuhan yang berkuasa. Dia hidup di dalam tubuh manusia yang terbatas. Dia menyangkali diri-Nya sendiri sebagai yang sempurna dan yang kekal. Ingatlah, semuanya itu dilakukan oleh-Nya supaya Dia bisa menyatakan kasih Tuhan Allah yang besar itu kepada manusia yang berdosa.

Apa yang dialami oleh Yesus di dunia ini? Sebagai Anak Tunggal, yang mengemban tugas khusus dari Surga, Dia hidup dengan ketaatan yang sempurna. Dia menjalani semua garis hidup yang sudah dituliskan. Semuanya itu hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk keselamatan kita, manusia yang berdosa.

Kasih yang besar, yang sudah dinyakatan sejak kelahiran-Nya terus dilanjutkan sampai hari terakhir-Nya di dunia ini. Kepahitan demi kepahitan, hinaan demi hinaan, itulah yang menjadi bunga-bunga dimasa-masa terakhirnya di bumi ini. Itu pun diterima-Nya dengan tujuan, yaitu untuk keselamatan kita, manusia yang berdosa.

Puncak daripada penderitaan-Nya adalah, Dia harus digantungkan di kayu salib. Di depan banyak orang. Di sana Dia dipermalukan, disiksa, dihina, bahkan harus mengeluarkan darah dari lubang tubuh-Nya, akibat paku yang menembus di tangan dan kaki-Nya. Itu pun diterima-Nya dengan tujuan, yaitu untuk keselamatan kita, manusia yang berdosa. Dia mati, bukan karena dosa-Nya. Tetapi Dia mati, karena dosa kita.

Dia telah menjadi tebusan yang sempurna. Dan kematian-Nya juga telah membuka jalan bagi kita untuk melihat kasih Tuhan Allah yang besar kepada kita, supaya kita bisa menikmati kembali hubungan yang indah dengan Tuhan Allah.

... supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Saudaraku, tahukah engkau, bahwa tugas Tuhan Allah telah selesai menyatakan kebesaran kasih-Nya. Melalui kasih yang besar itu, Dia juga telah menyatakan bahwa jalan keselamatan itu kini telah terbuka. Jalan itu terbuka bagi siapa pun, kapan dan di mana pun.

Jika bagian Tuhan Allah sudah selesai, sekarang bagian siapa? Inilah saatnya kita manusia yang berdosa ini melakukan bagiannya, yaitu -di dalam kasih karunia-Nya- kita menyadari semua dosa dan mengakui di hadapan-Nya, bahwa kita ini manusia berdosa. Kita perlu Yesus Kristus untuk menjadi jalan yang mendamaikan kita dengan Tuhan Allah.

Inilah saat-nya kita berkata: "Bapa di Surga, saat ini aku sungguh menyadari bahwa aku adalah manusia yang berdosa. Manusia yang memerlukan keselamatan. Di hadapan-Mu, aku mengakui semua dosa-dosaku. Dan mulai saat ini, aku mau disucikan, dikuduskan dalam darah Yesus Kristus yang telah tertumpah bagiku. Mulai saat ini, aku mau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat di dalam hidupku sampai selama-lamanya. Aku mau mengabdikan diriku untuk-Mu, sebagai hamba-Mu yang memuliakan Engkau. Terima kasih ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus Juruslamatku aku berdoa, amin!

Saudaraku, jika saat ini engkau membaca tulisan saya ini, dan jika sampai saat ini, engkau belum pernah membuka hatimu untuk menerima kasih-Nya yang besar itu, saya sangat berharap dan berdoa untukmu, supaya engkau tidak lagi mengeraskan dan menutup hatimu, tetapi lembutkanlah hatimu, serta bukalah pintu hatimu untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamatmu. Karena engkau perlu Yesus Kristus!

Saudaraku, engkau perlu Yesus Kristus. Ingatlah, Dia datang ke dunia ini, untuk mencari saudara dan saya, setelah itu Dia berusaha menyatakan kasih yang besar dari Tuhan Allah kepada kita.

Saudaraku, saya juga mengingatkan, bahwa masih banyak lagi orang yang belum membuka hatinya untuk menerima kasih yang besar itu. tolong, berikanlah hatimu, berikanlah waktumu, berikanlah tenagamu, dan berikanlah pikiranmu untuk menyatakan kasih itu kepada mereka. Berdoalah untuk mereka, supaya mereka juga mendapatkan kesempatan seperti saudara, yaitu mendengar dan membuka hati untuk menerima keselamatan melalui Yesus Kristus, Sang juruslamat kekal.

Karena sudah saatnya kita menyatakan kasih yang kita miliki bukan dengan perkataan, tetapi dengan doa dan perbuatan di dalam kesaksian hidup kita sehari-hari.


Amin!